BEKACITIZENOpini

Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul

Oleh : M. Shalahuddin, S.S.I, M.Pd

Radarbekasi.id – Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 dan HUT ke-74 PGRI yang akan bertempat di Stadiun Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi mengangkat tema ”Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) peran adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa dan ia mempunyai kemampuan yang besar untuk menggerakan atau mensukseskan kegiatan tersebut. Pengertian guru secara umum adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur Pendidikan Formal, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Guru merupakan sosok sebagai figur yang dianggap mampu memberikan solusi positif di lingkungan sekolah atau masyarakat. Guru merupakan salah satu komponen yang menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu Guru mendapat perhatian utama dalam meningkatkan mutu pendidikan yang senantiasa diperhatikan oleh banyak pihak. Ketika bebicara masalah pendidikan, Guru selalu dikaitkan dengan berbagai komponen sistem pendidikan. Guru memegang peran utama dalam pendidikan, khususnya yang diselenggarakan baik pendidikan formal disekolah maupun nonformal di masyarakat. Guru memegang peran penting menentukan keberhasilan peserta didik secara umum.

Mewujudkan SDM Indonesia Unggul
Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan Negara yang makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam kaitan ini, terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM antara lain, Pertama adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting dalam penyelenggaran sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek dan imtaq, serta merata di seluruh pelosok tanah air. Kedua adalah penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building). Ketiga adalah peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja. Keempat, adalah pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda. Sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi. Karakteristik generasi muda seperti inilah yang diharapkan mampu berkonstribusi dan memenangkan persaingan global.

Kualitas SDM itu harus dibangun sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi stunting pada anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai tujuh atau delapan tahun. Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan mampu berkarya, tetapi juga mencetak generasi unggul, berkarakter dan berakhlakul karimah. Istilah Sumber Daya Manusia yang sesungguhnya dan lebih penting yaitu lebih membahas dalam hal kepribadian manusia, seperti kasih sayang, sosial, empati, toleransi, akhlak, percaya diri, jujur, pemaaf serta saling menghargai dan menghormati. Jika mindset tersebut berhasil ditanamkan sejak dini (TK, SD, SMP), maka di jenjang selanjutnya, generasi muda Indonesia sudah siap diberi materi dan keahlian yang berbau industrialisasi.

Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik. Rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-muird yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya. Namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak menarik tangan kita menuju surga. (K.H. Maimun Zubair).

Selamat merenungkan esensi dari tema besar Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 dan HUT ke-74 PGRI. Selamat Hari Guru bagi seluruh guru di Indonesia, Dengan penuh keyakinan insya Allah para guru di seluruh Indonesia siap mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, berkarakter dan berakhlakul karimah. (*)

Kepala Sekolah SDIT Nurul Fajri Cikarang Barat

Close