BekasiBerita UtamaBolaHukumOlahraga

Menang Curang

Manajemen Persikasi Ditangkap Suap Skor

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kemenangan Persatuan Sepakbola Kabupaten Bekasi (Persikasi) atas Perses Sumedang pada 6 November lalu di Stadion Ahmad Yani, diduga curang. Hal ini menyusul ditangkapnya enam tersangka suap pertandingan Liga 3 oleh tim satgas Antimafia Bola Polri.

Keenam tersangka tersebut yakni DSP (wasit utama), BTR dan HR (pengurus manajemen Persikasi), MR (berstatus perantara), SHB (manajer Persikasi), serta DS yang disebut-sebut bekerja sebagai Komisi Penugasan Wasit Asprov PSSI Jawa Barat.

Mereka ditangkap oleh Satgas AMB Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya selaku Kasubsatgas Penegak Hukum (Gakkum) Satgas AMB Kombes Pol Suyudi Aryo Seto, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murti, dan Kasubdit Kamneg Kompol Dwi Asih Wiyatputera.

”Mereka ditangkap di rumahnya. Saat ini sedang diperiksa di Polda Metro Jaya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono.

Argo mengatakan, penangkapan ini berawal informasi dari masyarakat bahwa pertandingan antara Perses Sumedang versus Persikasi Bekasi yang berlangsung di Stadion Ahmad Yani, Sumedang pada Rabu, 6 November, diduga ada tindak pidana suap.

Dalam perkara ini, pengurus klub Persikasi Bekasi diduga memberikan sejumlah uang ke perangkat wasit dalam rangka memenangkan timnya. Pertandingan pun dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor akhir 3-2. Namun, polisi belum menjelaskan jumlah uang yang diberikan dalam tindak pidana suap tersebut.

”Enam tersangka sudah diamankan dan sementara ditahan di Polda Metro Jaya. Pasal yang dilanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 11 Tahun 1980 dan atau Pasal 55 KUHP,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/11).Sementara itu, Pengurus Persikasi mengaku kaget saat mendengar kabar diamankannya sejumlah oknum Pengurus Persikasi oleh jajaran kepolisian. ”Kami terkejut, sangat terpukul dan ikut prihatin.

Untuk selanjutnya, kami akan berkordinasi dengan pimpinan terkait bagaimana kesiapan tim,” ujar Humas Persikasi, Heru Budian Timor saat ditemui Radar Bekasi, di Sekretariat Persikasi, Komplek Stadion Wibawamukti, Kecamatan Cikarang Timur, Selasa (26/11) malam.

Heru menegaskan, yang terjadi saat ini dilakukan oleh oknum, bukan atas nama Persikasi, ”Kami di kepengurusan tidak ada yang memerintahkan, dan tidak ada hal-hal seperti itu. Terkait anggota kepengurusan atau bukan, mereka memang benar dari pengurus Persikasi. Tetapi, kaitannya dengan SK lama. Di SK baru Bulan September 2019, tidak ada nama yang diamankan di kepengurusan,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi, Hamun Sutisna mengaku, tidak mengetahui peristiwa dugaan suap skor pertandingan Persikasi Bekasi VS Perses Sumedang pada 6 November lalu. ”Kita benar-benar tidak tau. Dan memang, kita tidak dilibatkan dalam kepengurusan maupun dalam pertandingan,” katanya.

Menurutnya, yang dipersoalkan gol pada pertandingan leg kedua semifinal Liga 3 seri Satu 2019 yakni pada gol terakhir, ”Yang dipersoalkan ada di gol ketiga. Gol tersebut dianggap kontroversi,” ujarnya.

Namun, jelas pria yang akrab disapa lelai ini, hasil komunikasi dengan pihak PSSI Sumedang, bahwa gol yang terjadi murni. ”Saya sudah nanya ke pihak Sumedang, dan gol tersebut murni kok. Tidak ada masalah apapun,” katanya.

Kit Man Persikasi, Nendy Susanto menyatakan, pada saat pertandingan di Stadion Ahmad Yani, leg kedua semi Final Persikasi vs Perses Sumedang Rabu (6/11), berakhir dengan skor 3-2. Hasil kajian tim, melalui video semua gol yang dicapai Persikasi tidak ada kontroversi.

Nendy menjelaskan, pada pertandingan tersebut tim Persikasi harus kecolongan, dan skor 1-0 di raih tim Perses Sumedang. Bahkan, dibabak kedua, persikasi tertinggal 2-0.

”Gol pertama Afdal Yusra pada menit 65. dari operan panjang Syahrul Akbar. Gol perdana itu, lalu Pada menit 68, Angga Irawan berhasil menyamakan kedudukan, melalui gocekan depan gawang lawan. Skor imbang 2-2 pun, lalu Angga Irawan di menit 90 menambah gol lagi. Bola corner, berhasil di rebon Angga waktu itu. Semua gol juga tidak ada yang di protes. Malah pada pertandingan itu, tim kita dua dikenakan kartu merah di tengah. dan kartu kuning sampe tiga atau empat deh,” tukasnya.

Terpisah Ketua Suporter Persikasi, Aples Tecuari menuturkan, pristiwa yang menimpa pengurus tidak ada kaitannya dengan tim yang akan menjalani pertandingan. “Kita jangan terganggu lah sama urusan itu. Ngapain juga, yang penting kita focus sama tim itu saja,” katanya.

Sejauh ini, suporter sudah mengawal dari awal. Sejauh pertandingan, suporter mengawal. Hasil kalah ataupun menang suporter menerima. “Kita akan mengawal tim. Itu saja,” tegasnya. (dan/det)

Tinggalkan Balasan

Close