BekasiBerita UtamaMetropolis

Komitmen Bidik PK APIP Level Tiga

Inspektorat Kota Bekasi Dorong Pengembangan SDM

Inspektorat
BERBINCANG: Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berbincang dengan Inspektur Widodo Indrijantoro di ruang kerja Wakil Wali Kota Bekasi. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Inspektorat Kota Bekasi, memahami betul harapan dari Presiden RI Joko Widodo dan segera mengambil langkah-langkah konkret bagi pencapaian target PK APIP menuju level tiga.

Upaya tersebut telah dilakukan sejak tahun 2015 oleh Inspektorat Daerah Kota Bekasi dalam tingkatan Kapabilitas APIP.

Langkah perbaikan oleh Inspektorat Kota Bekasi dititikberatkan pada enam elemen yaitu, peran dan layanan APIP, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi dan struktur tata kelola.

”Dalam mendorong peran dan layanan APIP menuju level tiga, Inspektorat Kota Bekasi telah merencanakan kegiatan audit kinerjanya dalam program kerja pengawasan tahunan (PKPT) berbasis risiko,” ujar Inspektur Daerah Kota Bekasi, Widodo Indrijantoro, Kamis (28/11).

Hal itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 700/Kep.494-ITKO/XII/2018 serta didukung dengan Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) Inspektorat Kota Bekasi Tahun 2018 Nomor 700/1406/ITKO.

Selain hal tersebut, ungkap dia, dalam upaya peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM telah dilakukan workshop, bimtek dan program pelatihan mandiri (PPM) terkait dengan implementasi audit kinerja.

Langkah itu juga berkenaan dengan layanan konsultasi sebagai kontribusi APIP dalam memberikan nilai tambah bagi Perangkat Daerah. Inspektorat Kota Bekasi telah memiliki pedoman layanan konsultasi yang tertuang dalam Keputusan Inspektur Kota Bekasi Nomor 700/KEP.238-ITKO/I/2019.

”Upaya pencapaian Kapabilitas APIP level tiga juga dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kota Bekasi dengan mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibuktikan dengan ditetapkannya Keputusan Inspektur Daerah Kota Bekasi Nomor 890/Kep.117/ITKO tentang standar kompetensi APIP di lingkungan Inspektorat Daerah Kota Bekasi,” tambahnya.

Upaya itu menjadikan pedoman bagi peningkatan kompetensi, profesionalitas, independensi dan integritas APIP sehingga hasil pengawasan dapat ditingkatkan, lebih akuntabel, transparan, efektif dan efisien.

Lanjut Widodo, wujud komitmen Inspektorat Kota Bekasi dalam peningkatan kompetensi APIP, terlihat dalam penetapan jam pelatihan minimal oleh auditor dalam satu tahun adalah 20 jam pelatihan. ”Dengan pemenuhan jam minimal bagi auditor, diharapkan gap (celah) kompetensi bagi auditor bisa terminimalisir melalui upaya pengembangan kompetensi yang terstandar bagi setiap auditornya, yang juga tetap mengacu pada peta kompetensi yang telah dimiliki oleh Inspektorat Daerah Kota Bekasi,” jelasnya.

Atas pencapaian prestasi kinerja diatas standar oleh APIP, diberikan penghargaan bagi PNS teladan dan tim yang berhasil menerapkan perilaku yang sesuai dengan petunjuk dan aturan di lingkungan Inspektorat Kota Bekasi.

”Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan adalah pengiriman untuk mengikuti diklat, bimtek, studi tiru dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi APIP serta dapat membagi pencapaian prestasinya ke pihak lain sehingga timbul transfer of knowledge,” ujarnya.

Inspektorat
RAPAT APIP: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menggelar rapat dengan Inspektur dan seluruh OPD di Pemerintahan Kota Bekasi, di ruang rapat Wali Kota Bekasi. IST/RADAR BEKASI

Dalam hal kemampuan SDM khususnya auditor, kata dia, Inspektorat Daerah Kota Bekasi telah memiliki auditor yang telah bersertifikasi profesi yaitu dua orang bersertifikasi CFRA dan CFE dan satu orang bersertifikasi CRMA.

Upaya lain dalam pencapaian level tiga dilakukan mencakup tiga elemen yaitu praktik profesional. Salah satunya dengan peningkatan pemahaman auditor akan risiko serta perannya dalam manajemen risiko di Perangkat Daerah melalui workshop, bimtek, pelatihan tentang manajemen risiko.

Dengan pemahaman yang telah dimiliki oleh auditor, maka Inspektorat Daerah Kota Bekasi telah mampu memfasilitasi perangkat daerah dalam menyusun risk register sebagai upaya penerapan manajemen risiko kegiatan di Perangkat Daerah.

Terkait dengan akuntabilitas kinerja pengawasan APIP, pihaknya mengaku secara berkala juga melakukan survei kualitas pelaksanaan pengawasan kepada Perangkat Daerah untuk mengukur kepuasan perangkat daerah terhadap pelaksanaan pengawasan yang telah dilakukan oleh APIP.

”Disamping itu juga sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik khususnya di bidang pengawasan yang dilaksanakan oleh kita,” tuturnya.

Diketahui, 18 hingga 21 November 2019 dilakukan Quality Assurance atas pemenuhan PK APIP Inspektorat Daerah Kota Bekasi oleh Tim BPKP Pusat bertempat di Surabaya.

Pelaksanaan itu merupakan tahap akhir dari seluruh proses penilaian PK APIP tahun 2019. ”Semoga kerja keras seluruh tim dan unsur di Inspektorat Daerah Kota Bekasi membuahkan hasil yang diharapkan yaitu PK APIP level tiga, APIP yang berkelas dunia,” tandasnya. (adv/pay)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close