Berita UtamaPolitik

Heri Koswara Anggota Komisi 5 DPRD Jabar

Siap Bantu Fasilitasi Kaum Tuli

Heri-Koswara
FOTO BERSAMA: Anggota Komisi 5 DPRD Jabar Heri Koswara (kiri) bersama Ketua Ikatan Tuli Muslim Sedunia Nasiru Abd Lay (kanan) dan utusan dari Arab Saudi (tengah) di acara ICDM ke-3 di Jakarta pada 29-30 November 2019. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Anggota DPRD Jawa Barat Heri Koswara siap membantu memfasilitasi kaum tuli untuk mendapatkan hak-haknya. Sebab, hal itu merupakan kewajiban penyelenggara negara termasuk wakil rakyat dalam membantu mereka dalam kehidupannya.

’’Ini bagian dari tanggung jawab kita dan pemerintah. Karena mereka memiliki hak yang sama dalam kehidupan sehari-hari,’’ ungkap Anggota Komisi 5 DPRD Jabar ini saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (1/12).

Heri mengungkapkan hal itu dilontarkannya saat menghadiri kegiatan International Conference of Deaf Muslims (ICDM) ke-3 yang digelar di Puri Ratna Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat selama dua hari pada 29-30 November 2019.

Dalam bidang pendidikan, sambung politisi dari Dapil Kota Bekasi-Depok ini, dirinya akan memperjuangkan adanya perda khusus disabilitas dan terwujudnya fasilitas yang memudahkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

ICDM menjadi ajang pertukaran informasi bagi kaum tuli di 25 negara. Termasuk terkait cara mereka berdakwah di lingkungannya. Peserta berasal dari Turki, Mesir, hingga Amerika Serikat. Rencananya tahun depan kegiatan serupa akan dilangsungkan di Turki.

’’Kami dari dewan men-support acara ini. Ini kegiatan yang luar biasa. Mereka dapat berkumpul dalam ajang bertaraf internasional,’’ tandasnya.

Terpisah, Ketua Panitia ICDM ke-3 Rama Syahfi mengatakan, kegiatan itu digelar untuk menginformasikan bahwa ada umat Islam yang juga mengalami gangguan pendengaran, sangat membutuhkan pengetahuan agama.

”Jadi mudah-mudahan dengan acara seperti ini banyak ustaz, ulama, pemuka agama memperhatikan dengan menyiapkan juru bahasa isyarat buat mereka,” kata Rama seperti disampaikan juru bahasa isyarat, Farid Aziz, Sabtu (30/11) saat dikutip dari wartakota.com.

Kehadiran juru bahasa isyarat sangat penting karena peran yang krusial menjembatani informasi. Sementara jumlah juru bahasa isyarat saat ini masih belum ideal karena kekurangan sumber daya manusia. (zar/adv)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close