BekasiCikarangPeristiwa

Damkar Musnahkan Sarang Tawon Predator

SARANG TAWON: Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, berusaha memusnahkan sarang tawon predator jenis Vespa affinis yang berada di wilayah Kecamatan Cikarang Timur, Sukatani, Tambelang, dan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (2/12). PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak enam sarang tawon predator jenis Vespa affinis atau tawon endhas yang masuk ke wilayah Kecamatan Cikarang Timur, Sukatani, Tambelang, dan Babelan, Kabupaten Bekasi, terpaksa dimusnahkan oleh Team Rescue Pemdam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, karena dianggap membahayahkan warga sekitar.

Komandan Regu Tim Evakuasi Penyelamatan Disdamkar Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho menjelaskan, permohonan untuk memusnahkan sarang tawon jenis Vespa affinis ini meningkat. Sebab di daerah Garut dan Jawa Timur, sebelumnya sudah memakan korban jiwa akibat sengatan koloni tawon tersebut.

”Keberadaan tawon ini sangat berbahaya, kalau sampai tersengat racunnya langsung merambah ke jantung dan bisa menyebabkan meninggal dunia. Apalagi sudah terjadi di daerah lain,” kata Adhi, Senin (2/12).

Ia menilai, banyaknya sarang tawon predator jenis Vespa affinis tersebut karena adanya ahli fungsi lahan, yang tadinya banyak kebun dan persawahan, tapi sekarang berubah menjadi perumahan atau Kawasan industri. Sehingga, habitat mereka terganggu, dan pindah ke pohon yang ada di pemukiman penduduk.

”Kemungkinan besar karena alih fungsi lahan. Sehingga habitat mereka terganggu, lalu kemudian pindah ke pohon yang ada di pemukiman warga,” terangnya.

Dijelaskan Adhi, dari enam lokasi sarang tawon yang dilakukan pemusnahan, di dua lokasi sudah memakan korban, yaitu di Desa Hergamanah dan Desa Citarik, Cikarang Timur. Akan tetapi tidak sampai meninggal dunia, karena hanya satu sengatan.

Lanjutnya, dalam proses pemusnahan, dia mengaku, satu petugas Team Rescue Damkar menjadi korban sengatan tawon dibagian tangan ketika sedang membawa penerangan lampu.

”Petugas kami juga ada yang tersengat dibagian tangan. Kalau hanya satu sengatan, paling gejalanya hipra alergi, sehingga tidak sampai masuk rumah sakit,” beber Adhi.

Oleh karen itu, Adhi mengimbau, apabila ada warga yang menemukan sarang tawon predator ini, baik dilingkungan maupun diarea sekitar rumah, lebih baik jangan beraktivitas di dekat sarang tawon tersebut. Dan jika ada yang sampai tersengat, segera larikan ke rumah sakit.

”Intinya kalau ada yang menemukan sarang tawon ini langsung laporkan ke Damkar untuk dilakukan evakuasi, sehingga tidak memakan korban jiwa. Karena tawon ini sangat agresif, dan sengatannya cukup berbahaya,” pungkas Adhi. (pra)

Tinggalkan Balasan

Close