Berita UtamaCikarang

Pengamat: Libatkan Warga untuk TPA Burangkeng

KERUK SAMPAH: Sebuah alat berat sedang mengeruk sampah untuk diratakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Setu Kabupaten Bekasi. DOK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polemik terkait pengelolaan dan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kabupaten Bekasi saat ini masih sulit untuk diselesaikan. Akibatnya, bermunculan tempat pembuangan sampah ilegal.

Pengamat lingkungan, Benny Tunggul menyampaikan, dengan kondisi sampah di TPA Burangkeng yang sudah kepenuhan (overload), seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengajak masyarakat dan pihak swasta yang punya solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Sebab, secara sosial masyarakat sekitar sangat merasakan dampaknya.

”Keberadaan TPA Burangkeng yang saat ini sudah overload dan tidak dikelola dengan baik, itu berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Mulai dari air tanah yang terkontaminasi, polusi udara dan bau sampah harus dirasakan setiap hari oleh masyarakat,” kata Benny.

Lanjutnya, belum lagi lalu lalang armada truk pengangkut sampah yang setiap hari melintas. ”Sebenarnya, kelas jalan di Desa Burangkeng itu masih dalam kategori 3. Jadi, Pemkab Bekasi harus bisa menyelesaikan permasalahannya, sehingga tidak merugikan masyarakat,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (2/12).

Menurut dia, apabila warga sekitar diajak untuk menyelesaikan permasalahan TPA Burangkeng, nantinya dapat menghasilkan nilai ekonomis. Sehingga, dengan adanya penampungan dan pengelolaan sampah yang dikerjasamakan dengan pihak swasta, bisa menampung tenaga kerja sekaligus sumber pendapatan bagi masyarakat.

”Untuk saat ini, bagaimana caranya masyarakat mendapat manfaat dari keberadaan TPA Burangkeng. Termasuk dari aspek infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan sarana penunjang,” bebernya.

Namun disisi lain, Benny menyarankan, sampah tidak hanya ditumpuk tanpa ada pemusnahan atau dikelola agar punya nilai ekonomis. Sebab, apabila sampah tersebut terkelola dengan baik, maka tidak perlu melakukan perluasan lahan.

”Sebenarnya, bagaimana caranya agar sampah di TPA Burangkeng tidak menggunung hingga overload, namun bernilai ekonomis, serta ada teknologi yang mengolah sampah itu hingga bernilai ekonomis,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Pelaksana harian (Plh) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pengkajian bagaimana caranya agar ada teknologi untuk menghancurkan sampah yang sudah overload di TPA Burangkeng.

Meski demikian, tambah Peno, perluasan TPA Burangkeng harus tetap dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan dengan baik.

”Kami sedang mengkaji untuk mengatasi permasalahan sampah di TPA Burangkeng yang saat ini sudah overload. Dan pada tahun 2020, sudah ada rencana untuk perluasan lahan,” tandas Peno. (and)

Tinggalkan Balasan

Close