Berita UtamaKesehatanMetropolis

Ratusan Juta Tanggulangi Penyakit Menular

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menganggarkan Rp800 juta untuk penanggulangan penyakit menular di 2020, diantaranya adalah HIV/AIDS. Sementara untuk obat bagi pengidap HIV/AIDS bisa didapatkan secara gratis oleh masyarakat Kota Bekasi.

Setelah seseorang mengetahui statusnya, dalam hal ini positif mengidap HIV/AIDS, ketika konsultasi dengan puskesmas akan diarahkan ke rumah sakit pengambilan obat tersebut. Terdapat tiga rumah sakit pengambilan obat di Kota Bekasi, yakni RSUD Kota Bekasi, rumah sakit Ananda, dan rumah sakit Elisabet.

”Kalau untuk obatnya sendiri yang penting dia mengakses layanan itu gratis obatnya,” ungkap Kabid Pegendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, Senin (2/12).

Obat untuk pengidap HIV/AIDS secara rutin didapatkan dari pemerintah Provinsi, tidak dianggarkan melalui Dinkes kabupaten atau kota. Obat diambil sesuai dengan kebutuhan, melihat data pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi.

Tahun ini, hingga bulan Juli, tercatat 145 orang, diantaranya dua merupakan balita. Ditahun sebelumnya balita yang diketahui mengidap HIV/AIDS tercatat empat orang.

Anggaran Rp800 juta tersebut digunakan untuk kegiatan pendampingan, peningkatan kapasitas kemampuan petugas, hingga untuk menyiapkan peralatan sejumlah penyakit menular.

”Kalau tahun depan satu paket HIV AIDS, TBC hepatitis dan sebagainya itu penyakit menularnya sekitar Rp800 jutaan,” kata Dezy.

Anggaran yang tersedia tersebut dibenarkan oleh anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Dariyanto. Dia mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan untuk keseluruhan dalam hal penanggulangan penyakit.

”Kalau itu tidak ada (khusus HIV/AIDS), secara global itu di dinas kesehatan dan juga dinas sosial. Memang untuk pencegahannya ada di dinas kesehatan, untuk rehabilitasi ada di dinas sosial,” singkat Dariyanto. (sur)

Tinggalkan Balasan

Close