Berita UtamaBolaOlahraga

Terhenti di Regional Jawa

Persikasi Sesalkan Keputusan Wasit

Persikasi
BERTANDING: Skuad Persikasi ketika menghadapi Persibas Banyuwangi pada leg pertama Liga 3 Regional Jawa di Stadion Wibawamukti, Kabupaten Bekasi dengan skor akhir 2-0 untuk Persikasi. Pada leg kedua di Stadion Satria, Mojokerto, Banyumas, Senin (2/12) Persikasi menelan kekalahan 3-0. DANI IBRAHIM/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Persikasi Bekasi harus terhenti di putaran Regional Jawa Liga 3 2019 usai dikalahkan Persibas Banyumas 3-0 pada pertandingan leg kedua di Stadion Satria, Mojokerto, Banyumas, Senin (2/12).

Persikasi gagal mempertahankan keunggulan leg pertama 2-0 ketika menjamu Persibas di Stadion Wibawamukti, Kamis (28/11). Persibas membalikkan keadaan ketika bermain di kandang dengan mencetak tiga gol tanpa balas.

Jalannya pertandingan, Persikasi sempat menahan imbang tim tuan rumah di babak pertama. Jual beli serangan ditunjukkan kedua tim. Namun skor kacamata masih bertahan hingga turun minum.

Tiga gol Persibas justru tercipta di babak kedua. Serangan balik tim Persibas mampu menembus lini pertahanan Persikasi pada menit 56. Sundulan kepala Dwi Yanuar Ramadhan memaksimalkan umpan sepak pojok menjadi gol pembuka Persibas.
Tertinggal satu gol, Persikasi coba tampil menekan. Namun sayang sepakan Angga Irawan di luar kotak penalti masih melesat jauh dari gawang Persibas yang dikawal Suchamin.

Persikasi harus kembali menelan pil pahit usai gol kedua dicetak pemain Persibas pada menit 75. Gol tersebut sempat mendapat protes keras dari Persikasi dan suporter. Pasalnya bola sudah berhasil ditangkap penjaga gawang Persikasi, Bagus Kurniawan. Namun Bagus ditabrak hingga bola kembali terjatuh dan ditendang pemain Persibas, Shahih Elang Rishandi.

Tidak lama berselang, gol penutup di lancarkan Rizky Imam pada menit ke 85. Gol dari tendangan bebas, disambut sundulan kepala Rizki yang melesat ke sudut kanan gawang kiper Persikasi Bagus Kurniawan.

Persikasi yang coba mengejar ketertinggalan akhirnya harus menelan kekalahan usai wasit meniup pluit akhir pertandingan hingga skor tak berubah 3-0 untuk kemenangan Persibas.

Menanggapi pertandingan tersebut, Pelatih Persikasi, Rici Vauzi menyesalkan sejumlah keputusan wasit. Gol yang tercipta kata dia sulit diterima.

”Yang paling parah di gol kedua, dimana kiper yang sudah mengamankan bola ditabrak sehingga bola jatuh dan ditendang ke gawang. Padahal kita tahu bersama di kotak kiper, merupakan wilayah kiper sepenuhnya,” sesal Rici.

Selebihnya, Rici enggan berkomentar lebih jauh mengenai keseluruhan pertandingan. Kini ia berusaha menenangkan kondisi pemain usai laga krusial tersebut.

”Kita tidak bisa berbuat banyak. Karena kita bisa babak belur juga kalau memang melakukan protes terlalu keras,” katanya.

Secara teknis, fasilitas pertandingan juga diakuinya meyulitkan tim. Selain lapangan keras, bola yang digunakan dinilai bukan standar bola yang digunakan di Liga 3.

”Kontur lapangan gak bagus pakai bola Nike, bola pantulannya memantul banget. Ketiga gak ada rumput bola susah di kontrol. Saat di tambun kita pake bola Jalapa agar menyesuaikan dengan lapangan,” keluhnya.

Kondisi itu membuat tim asuhannya kesulitan menguasai bola. Sehingga kontrol bola menjadi liar.

Terpisah, Ketua Suporter Persikasi, Aples Tecuari mengeluhkan pertandingan leg kedua. Pihaknya juga menyayangkan sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan skuad Persikasi.

”Parah deh. Kita bener-bener kecawa. Apalagi gol kedua, orang bola udah ditangan kiper,” tukasnya. (dan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close