Bekasi

Anggaran BUMD 2020 Ditahan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kucuran dana puluhan miliar untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah dialokasikan pada Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2020 diminta untuk tidak diberikan, sebelum analisis investasi diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Tahun depan, alokasi APBD untuk BUMD tercatat Rp25 Miliar. Anggaran tersebut dikucurkan untuk Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot (PDAM TP) dan PD Mitra Patriot (PDMP).

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara menyebut bahwa untuk penyertaan modal, idealnya didahului dengan analisis investasi. Maka pihaknya mendorong kedua BUMD tersebut untuk menyerahkan analisis investasi.

”Itu termasuk yang kita tekankan kepada tirta patriot, kemarin kita sudah rapat kerja dengan tirta patriot untuk kemudian menyerahkan analisis investasi,” katanya saat dijumpai, Selasa (3/12).

Dinamika yang terjadi di badan anggaran seharusnya diperkuat melalui komisi yang bersangkutan. Namun, ia mengakui alat kelengkapan dewan terbentuk menjelang akhir tahun, tidak cukup waktu untuk meminta waktu secara detail.

Dari Rp22,5 miliar yang dialokasikan untuk PDAM TP, Rp10,5 digunakan untuk memperluas instalasi pelayanan. Sementara, Rp12 Miliar sisanya dialokasikan untuk akuisisi PDAM Tirta Bhagasasi.

Akuisisi akan menjadi salah satu fokus komisi III DPRD Kota Bekasi tahun depan, hingga saat ini diterangkan belum ada pembicaraan teknis antara Pemkot dan Pemkab Bekasi.

Pencairan uang untuk kedua BUMD ini, lebih dulu diminta analisis investasi. Jika tidak, maka Komisi III DPRD Kota Bekasi akan mengevaluasi alokasi dana yang ada.

”Tapi untuk pencairannya kami sampaikan untuk diserahkan analisis investasi, kalau memang nanti tidak bisa atau disampaikan kurang visible ya kita bisa challenge,” lanjut Adhika.

Diwaktu yang lain, Humas PDAM TP, Uci Indrawijaya menjelaskan bahwa uang Rp10,5 miliar tersebut akan digunakan untuk memperluas instalasi pelayanan di wilayah Kecamatan Jatiasih dan Jatisampurna.

Saat ini diwilayah tersebut tercatat baru 2 ribu pelanggan, tambahan instalasi pelayanan tersebut ditargetkan menambah 10 ribu pelanggan diwilayah tersebut, dari total 20 ribu target pelanggan diwilayah tersebut.

Sementara, analisis investasi yang diminta oleh DPRD kota Bekasi sedang dalam tahap penyusunan. ”Perencanaan sedang menyusun itu, karena itu akan dilaksanakan di wilayah Jatisari, Jatiasih, dan Jatisampurna, pengembangan disana,” terang Uci.

Terkait dengan nilai Rp12 miliar untuk akuisisi tersebut, ia mengaku belum mengetahui secara pasti. Pasalnya secara teknis belum dibicarakan lebih lanjut.

”Nah ini juga belum masuk dalam konsep teknisnya seperti apa 12 miliar itu untuk akuisisi, yang jelas kita pahami adalah yang 10,5, kalau itu programnya ada,” lanjut Uci.

Beberapa waktu lalu, Pemkab Bekasi mengklaim Pemkot Bekasi diminta membayar Rp362 miliar untuk mengakuisisi PDAM Tirta Bhagasasi. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Close