Pendidikan

Upaya Meningkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Siswa di Jawa Barat

Libatkan Relawan Bule Dampingi Guru Mengajar

Kadisdik-Jabar
LIBATKAN RELAWAN: Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika di acara Peace Corps Tahun 2019 di Hotel Amaris, Jln. Cihampelas No. 171, Kota Bandung.ISTIMEWA/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sebanyak 29 perwakilan sekolah mengikuti penerimaan relawan Peace Corps Tahun 2019 di Hotel Amaris, Jln. Cihampelas No. 171, Kota Bandung. Seperti apa?

Seluruh relawan asal Amerika Serikat itu akan ditugaskan dalam program pendampingan guru bahasa Inggris di satuan pendidikan terpilih. Ke-29 relawan Peace Corps melakukan pendampingan bagi guru bahasa Inggris selama dua tahun di 29 sekolah terpilih. Mulai dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP)/madrasah tsanawiyah (MTs.) hingga SMA/SMK/MA yang ada di Jabar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika menjelaskan, kerja sama antara Disdik Jabar dengan Peace Corps telah terjalin sejak 2012. Hingga tahun ini, sekitar 180 relawan telah ditugaskan di sekolah yang ada di Jabar.

Tujuan program ini, menurut Kadisdik, untuk memberikan kesempatan bagi sekolah yang dibimbing oleh relawan guna menerapkan keterampilan bahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berbicara dan berkomunikasi di depan umum menggunakan bahasa Inggris serta mendorong siswa berpikir kritis tentang isu-isu relevan. ”Kita bisa saling belajar. Pertama tentang pembelajaran bahasa Inggris dan mempelajari budaya masing-masing,” tuturnya.

Kadisdik menilai, penguasaan bahasa Inggris bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) sudah seharusnya masuk tahap penerapan/praktik, bukan lagi penguasaan teori. ”Penguasaan bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan. Semoga program ini mampu meningkatkan hal tersebut,” ucapnya.

Kadisdik pun mengapresiasi seluruh relawan yang telah berpartisipasi meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah yang ada di Jabar. Ia meyakini, akan ada banyak hal positif yang didapat dari program yang terjalin sejak 1960 ini.

Kadisdik pun berharap, para relawan mampu mempromosikan kekayaan budaya yang ada di Jabar. ”Mudah-mudahan, dengan keunikan dan kekayaan budaya kita, mereka bisa mempromosikan budaya Indonesia ke dunia luar,” harapnya.

Kepala SMAN 1 Lembang, Suhendiana Noor merasa bersyukur sekolahnya terpilih didatangi relawan Peace Corps. ”Semoga ini bisa membantu anak-anak agar lebih giat belajar bahasa Inggris karena kedatangan langsung native speaker dari luar negeri,” harapnya.

Ia pun berkomitmen menyiapkan dan menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Mulai dari penyediaan homestay hingga membantu relawan beradaptasi dengan lingkungan.

Salah seorang guru pendamping relawan Peace Corps tahun 2018, Titah Utami mengaku, dampak positif yang dirasakan usai pendampingan dari relawan, yakni mampu meningkatkan semangat belajar para siswa. ”Nomor satu semangat dulu, bonusnya baru nilai. Yang penting anak paham,” ungkap guru SMKN 1 Subang tersebut.

Ia menilai, program ini sangat penting, khususnya bagi guru bahasa Inggris guna meningkatkan kualitasnya. ”Karena, guru bahasa Inggris, walaupun telah belajar sepanjang hayat, akan lebih bagus jika ada orang aslinya. Meskipun kita memang bisa belajar di media lain, tapi dengan adanya mereka, kita bisa berinteraksi langsung. Siswa pun bisa melihat riil penggunaan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari,” jelasnya. (mif/tim)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close