Berita UtamaPendidikan

Harus Cermat di Era Revolusi Industri 4.0

Industri-4.0
FOTO BERSAMA: Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati (empat dari kanan), TWUP4 Benny Tunggul (tiga dari kanan), Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah (dua dari kanan), saat menghadiri puncak acara Expo Kursus Tingkat Jawa Barat 2019 di Main Atrium LG Revo Town Mall, Rabu (4/12).Dewi Wardah Kota Bekasi

Radarbekasi.id – Dalam pengembangan industri nasional dan menggali sumber daya manusia (SDM) yang cakap serta terampil, maka lembaga kursus harus prioritas dalam menghasilkan SDM yang berdaya saing global sebagai personal yang kreatif, inovatif serta didukung oleh para tenaga pengajar yang berkompeten dan profesional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati, dalam sambutannya saat menghadiri puncak acara Expo Kursus Tingkat Jawa Barat 2019 di Main Atrium LG Revo Town Mall, Rabu (4/12).

Reny juga menyampaikan, lembaga kursus memiliki tantangan yang harus diperhatikan di era digital saat ini. ”Saat ini daya saing lembaga kursus Indonesia memiliki tantangan kedepan yang harus sama-sama kita cermati yaitu penerapan di era revolusi industri 4.0,” ungkap Reny.

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa Reny atas nama pribadi dan pemerintah Kota Bekasi menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih karena Kota Bekasi telah dipercaya sebagai penyelenggara Expo Kursus 2019 di Kota Bekasi.

”Ini merupakan event yang sangat luar biasa,” kata Reny.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, acara bertajuk ”Peran Lembaga Kursus dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Profesional yang Mampu Bersaing secara Global di Era Revolusi Industri 4.0” diikuti lembaga kursus dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

”Untuk Kota Bekasi ada 120 lembaga kursus dibawah binaan kita, PP Paud Dikmas Jawa Barat, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Kota Bekasi, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak,” jelasnya.

Expo yang berlangsung 3-4 Desember ini diramaikan dengan lomba desain grafis, olah vokal, tatakecantikan rambut, tatarias pengantin gaun panjang serta pidato bahasa Inggris. Acara ini menampilkan hasil olah setiap lembaga kursus yang dilakukan oleh peserta didiknya.

”Ada 30 stand produk lembaga kursus yang menempati stand,” katanya.

Inayatullah mengklaim, acara tersebut tidak menggunakan anggaran negara. ”Kita tidak menggunakan dana APBD daerah, terselenggaranya kegiatan ini dari dana sumbangan berbagai anggota Kabid se-Jawa Barat,” katanya.

Ketua Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia Kota Bekasi Deviana Nur mengatakan, acara ini sebagai salah satu bentuk untuk mempromosikan penyelenggaraan kursus.

”Acara ini untuk meningkatkan kinerja lembaga kursus dan pelatihan (LKP), mendorong tumbuhnya wirausaha baru, memperluas akses masyarakat serta memberikan apresiasi kepada LKP yang berprestasi,” kata Nur. (dew)

Related Articles

Back to top button