Berita UtamaCikarang

Kelurahan Bahagia Darurat Sampah

19 Ton Sampah Tak Terangkut Setiap Hari

Sampah
ILUSTRASI: Warga melihat kondisi Kali Bahagia yang dipenuhi sampah rumah tangga di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu yang lalu. Sampah yang terangkut ke TPA Burangkeng diduga dibuang ke kali. ARIESANT/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi sangat memprihatikan, dan butuh perhatian serius dari pemerintah daerah. Salah satunya di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.

Berdasarkan data UPT Kebersihan yang diterima Radar Bekasi dari Sekretaris Kelurahan Bahagia, Mawardi, tercatat hampir 19 ton sampah yang ada di wilayah itu tidak terangkut ke TPA Burangkeng setiap harinya.

Menurut Mawardi, belasan ton sampah itu tidak terangkut karena minimnya armada pengangkut sampah yang diterjunkan UPT Kebersihan.

Dia menjelaskan, di Kelurahan Bahagia terdapat 54 RW. Sementara, kata dia, UPT Kebersihan UPT kebersihan hanya menerjunkan empat unit truk setiap harinya. Masing-masing truk hanya mampu melayani tiga RW.

”Jadi kalau setiap hari cuma empat truk, artinya hanya bisa melayani 12 RW saja perhari, sedangkan sisanya ada 42 RW dalam sehari yang sampah tidak dapat terangkut ke Burangkeng,” katanya saat dihubungi Radar Bekasi, Rabu (4/12).

Mawardi merinci, belasan ton sampah yang terangkut itu merupakan hasil perhitungan dari jumlah kepala keluarga (KK) setiap RW dikalikan rata-rata jumlah sampah di setiap KK.

Setiap RW diperkirakan terdapat 150 KK dan sampah yang dihasilkan masing-masing KK sekitar tiga kilogram. Artinya, masing-masing RW menghasilkan 450 kg sampah setiap harinya.

”Dan per hari cuma ada 12 (RW) terlayani, sisanya ada 42 RW dan kalau kita kali 450 kg total ada 18.900 kg/ hari sampah tidak terangkut oleh UPT kebersihan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai sampah yang tak terangkut itu, Mawardi menyebut, tak tutup kemungkinan warga membuang sampah ke Kali dikarenakan tidak mau di rumahnya ada sampah. Hal ini diyakini, lantaran di wilayahnya hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Marakas.

”Untuk solusi satu-satunya atas masalah ini, adalah dibuatkan TPS per RW dan juga penambahan armada pengangkutan sampah minimal 10 unit. Karena jarak tempuh dari sini ke TPA Burangkeng jauh memerlukan waktu empat jam perjalanan, belum lagi antre di pembuangan, jadi tak bisa dua rit,” tuturnya.

Untuk diketahui juga, beberapa waktu lalu Kelurahan Bahagia sempat viral di media sosial dengan adanya lautan sampah yang menyelimuti aliran Kali Busa. Bahkan, tumpukan sampah itu pun sempat jadi sorotan istri orang nomor satu negeri ini.

Terkait kabar lautan sampah itu, Lurah Bahagia Amien mengakui, sampah-sampah di aliran Kali itu hingga kini masih tetap ada, hanya saja tidak sebanyak pertama viral di media sosial.

”Ada kendala yang kita hadapi untuk pembersihan seluruhnya, selain armada truk sampah ada juga bangunan liar yang menyulitkan proses pembersihan. Dan sebetulnya Camat Deni (mantan Camat Babelan) sudah kirim nota dinas atau Pemkab,” tandasnya. (cr49)

Related Articles

Back to top button