Berita UtamaCikarang

Bahagia Minim TPSS dan Truk Sampah

Darurat Sampah

Sampah
SEMPAT VIRAL: Sejumlah petugas gabungan bersama relawan membersihkan sampah dari sungai Kali Busa di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Kamis
(1/8) lalu. Penumpukan sampah di kali tersebut sempat viral hingga menjadi bahan pemberitaan media internasional. ARIESANT/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan truk sampah di Kelurahan Bahagia minim. Hal itu dinilai menjadi penyebab utama belasan ton sampah tidak terangkut setiap harinya.

Sekretaris Kelurahan Bahagia Mawardi mengatakan, setiap RW di wilayah setempat sejatinya membuat satu TPSS. Tapi, hal itu sulit dilaksanakan karena keterbatasan lahan.

”Pembuatan TPS di tiap RW itu solusi kami, tapi terkendala dengan tidak adanya lahan untuk dapat dijadikan TPS tersebut. Selain itu, solusi lain juga kita minta armada truk ditambah perhari 10 unit untuk mengangkut sampah masyarakat,” kata Mawardi melalui pesan tertulis, Kamis (5/12).

Dia meminta Pemkab Bekasi turun tangan mengatasi persoalan ini. Yakni dengan meminta perumahan agar menyerahkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) guna dijadikan TPSS.

”Untuk atasi kendala ini perlu ada tindakan dari Dinas LH kepada perumahan yang berada disini, agar menyerahkan fasos-fasumnya kepada pemerintah dimana merupakan salah satu utilitasnya pun memang wajib ada TPS di setiap perumahan,” jelasnya.

Mawardi mengungkapkan, sampai dengan saat ini baru Perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) yang menyediakan TPSS. Sementara, perumahan lain yang ada di wilayah tersebut belum memilikinya.

”Keberadaan TPS itu sangat penting, karena bisa dikelola oleh warga di sekitar mulai dari RT/RW, serta kelurahan sebelum sampah diangkut oleh armada UPT kebersihan. Apalagi dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.

Jika Pemkab Bekasi tidak mengambil tindakan, dirinya khawatir Kali Busa di Kelurahan Bahagia akan kembali diselimuti sampah.

Terpisah, Lurah Bahagia Amien mengatakan, kondisi Kali Busa yang sempat viral di media sosial karena menjadi lautan sampah saat ini masih belum tertangani sepenuhnya, karena ada kendala untuk proses pengangkutan sampahnya.

”Masih ada, tapi tidak banyak seperti sebelumnya. Kita belum bisa optimal untuk mengangkut sampah-sampah itu karena terkendala banyak bangunan liar disana, dan ini sudah kita sampaikan juga ke Pemda oleh Camat Deni,” ungkap Amien.

Seperti diketahui, sekitar 19 ton sampah milik warga yang ada di 42 dari 54 RW Kelurahan Bahagia tak terangkut ke TPA Burangkeng perharinya Hal itu disebabkan karena armada pengangkut sampah dari UPT Kebersihan setempat hanya menerjukan empat unit perhari, sehingga cuma bisa melayani 12 RW. (cr49)

Tags
Close