BekasiBerita UtamaMetropolis

Lahan Fasos-Fasum Diduga Diserobot

Fasos-Fasum
DITEMBOK: Salah seorang warga sedang memarkirkan kendaraannya di lahan fasos-fasum yang ditembok saat ingin berkunjung ke Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI1

Radarbekasi.id – Lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di belakang Kantor Kelurahan Telukpucung diduga diserobot PT Indo Galen Langgeng. Karena, lahan yang semula akan dijadikan jalan umum itu dibangun tembok dan dipasangi kanopi.

Warga setempat, MM (40) mengatakan, keberadaan tembok membuat warga setempat tidak dapat melintas. Dia keberatan dengan penutupan akses warga tersebut. ”Sebenarnya itu adalah lahan untuk jalan umum bukan lahan miliknya (perusahaan),” katanya, Rabu (4/12).

Selain itu, dirinya juga mengaku bahwa warga dan pihak perusahaan sempat membuat surat perjanjian. Dalam surat itu, disepakati bahwa perusahaan itu akan membuka pagar untuk warga sekitar.

”Akan tetapi berjalan beberapa bulan kemudian mereka mendirikan bangunan serta menutup akses jalan yang nantinya akan tembus ke Puskesmas Telukpucung samping kelurahan yang jaraknya hampir 100 meter, kita ingin pihak perusahaan membongkar tembok yang menutup akses jalan ini,” ungkapnya.

Terpisah, Lurah Telukpucung, Muhammad AR membenarkan bahwa lahan yang dibangun dinding itu merupakan lahan fasos-fasum. ”Surat bahwa lahan kavling tersebut adalah lahan fasos-fasum saya ada buktinya, bahwa benar itu lahan fasos-fasum yang nantinya akan dibuat jalan umum, malah sekarang ditutup dengan tembok dan didirikan auning (kanopi),” katanya.

Dia menceritakan, sebelumnya lahan tersebut memang sempat dipagar namun dibuka setelah ada musyawarah antara perusahan dan warga. Namun, lahan itu kembali dipagar sehingga akses warga menuju jalan belakang tertutup.

Dirinya juga sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Namun, kata dia, perusahaan mengklaim kalau lahan itu merupakan miliknya.”Jadi keinginan warga, (tembok) dibongkar. Saya dukung warga karena memang lahan itu adalah fasos-fasum,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Bongkar Muat di PT Indo Galen Langgeng, Apeng mengaku tidak mengetahui mengenai persoalan tersebut. “Silahkan abang langsung saja kontek (hubungi) ke bos (pimpinan) saya. Saya tidak tahu soal itu,” singkatnya.
Kemudian, Radar Bekasi mencoba mengonfirmasi hal tersebut dengan menghubungi Pemilik PT Indo Gelen Langgeng, Ngtjhai Jong alias Ahuy. Namun, tidak mendapatkan respon karena nomor tidak dapat dihubungi.(pay)

Tags
Close