BEKACITIZEN

Membangkitkan Motivasi Anak Didik

Oleh: Maulana Malik Ibrahim, S.Ag (Guru SMPIT Avicenna, Bekasi)

Salah satu tujuan dari proses pembelajaran di sekolah adalah melahirkan anak didik berprestasi. Kenyataannya, harapan dari tujuan pendidikan itu sendiri belum sepenuhnya tercapai.

Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain. Diantaranya, input dari peserta didik, proses pembelajaran, motivasi belajar, sarana dan prasarana, serta tenaga kerja sekolah.

Dari beberapa faktor tersebut, diketahui bahwa peran motivasi belajar pada siswa didik sangat penting dan utama dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Dalam proses pembelajaran, guru memegang peran utama dimana terkandung serangkaian kegiatan guru dan siswa didik, yang secara langsung terjadi hubungan timbal balik antara guru dan anak didiknya.

Ini adalah syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam hubungan itulah, seorang guru selalu berhadapan dengan sejumlah siswa didik yang mempunyai ciri khas karakter masing-masing di mana setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya.

Dalam melaksanakan tugas mengajarnya, guru berperan sebagai motivator dalam merangsang, memberikan dorongan serta re-inforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan aktivitas dan kreativitas siswa, sehingga terjadi dinamika di dalam pross pembelajaran.

Motivasi belajar sangatlah penting bagi siswa maupun guru. Bagi siswa motivasi belajar itu penting untuk menyadarkan kedudukan pada awal mulai belajar, proses belajar dan hasil akhir belajar, menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, mengarahkan kegiatan serta menambah semangat belajar.

Motivasi belajar juga penting diketahui seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa didik akan sangat bermanfaat bagi guru, yaitu mengetahui cara membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa didik untuk belajar sampai berhasil sukses paham akan manfaat dari ilmu yang dipelajari.

Motivasi belajar itu sendiri tidak dapat tumbuh atau timbul dengan mudah dalam diri peserta didik. Karena tidak ada indikator pendukung dalam proses menumbuhkan atau menimbulkan motivasi belajar yang tinggi seperti, faktor lingkungan belajar,  keterampilan guru dalam mengajar,  metode pembelajaran yang digunakan,  sarana dan prasarana sekolah,  media pembelajaran, adanya reward atau penghargaan.

Oleh karena itu, setiap individu guru harus tahu bagaimana cara membangkitkan motivasi belajar siswa didik, di antaranya dengan menjelaskan kepada siswa alasan bidang studi dimasukkan dalam kurikulum dan manfaat kegunaannya untuk kehidupan mereka kelak. Lalu mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar lingkungan sekolah sehingga terasa menarik, serta mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu hal menyenangkan. Sehingga siswa mempunyai intensitas untuk belajar dan berusaha menciptakan iklim, menciptakan suasana kelas yang sesuai kebutuhan siswa. Terakhir, menggunakan intensif seperti pujian, hadiah secara wajar.

Semoga hal itu dapat menambah semangat belajar siswa didik karena termotivasi oleh sang guru. (*)

Tags
Close