Berita UtamaCikarangEventHukum

Hari Antikorupsi, Pegawai Kejari Turun ke Jalan

BAGIKAN STIKER: Sejumlah pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi, membagikan stiker dan kaos kepada pengemudi kendaraan yang melintas di simpang Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (9/12). Hal itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi sedunia. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi (HAK) sedunai, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi membagi-bagikan stiker dan kaos kepada sejumlah masyarakat dan pengendara bermotor yang melintas di simpang Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (9/12).

Adapun stiker maupun yang kaos yang dibagikan kepada pengendara bermotor, berupa imbauan pentingnya berlaku jujur. ”Menurut saya kegiatan ini cukup baik, karena para penegak hukum (Kejari,Red) langsung turun ke masyarakat dan membagikan stiker dan kaos dalam bentuk imbauan pentingnya hidup jujur. Sebab, kejujuran itu salah satu kunci utama agar terhindar dari perbuatan tercela, seperti korupsi,” tutur salah satu pengendara bermotor, Rochman (37).

Ia menilai, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar imbauan agar tidak korupsi, tapi juga sebagai aksi nyata. Sehingga, pada saat menggunakan kaos tersebut, orang menjadi malu kalau masih tidak jujur apalagi melakukan korupsi.

Sementara warga lainnya, Yunita (36) berharap, adanya peristiwa tertangkapnya mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, bisa menjadi evaluasi atau pelajaran kepada para pemangku jabatan maupun masyarakat dalam kehidupan sehari hari.

”Pada umumnya, masyarakat pasti mengetahui peristiwa tertangkapnya Bupati Bekasi belum lama ini. Dan masalah korupsi juga bukan hanya pada persoalan uang negara saja, melainkan kehidupan sehari hari, salah satunya korupsi waktu. Namun bagi para pemangku jabatan, sangat penting untuk menghindari perbuatan korupsi demi kepentingan publik,” saran Yunita.

Menurutnya, tindakan korupsi merupakan perilaku buruk dengan menyalahgunakan sebuah kekuasaan atau jabatan, yang dapat merugikan banyak orang, bahkan dari berbagai aspek kehidupan.

Di Indonesia ini, perbuatan korupsi sudah menjamur dan menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Selain itu, penegak hukumnya kurang tegas untuk menangani kasus-kasus korupsi di Tanah Air.

Sedangkan Wardhana Caisar (32) berharap, dalam memperingati Hari Antikorupsi ini, dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dengan aparat penegak hukum. Kata dia, jika ingin Indonesia bebas dari korupsi, harus diberantas sejak dini dan keadilan benar-benar ditegakkan.

”Saya yakin Indonesia akan lebih maju, dan kehidupan rakyatnya terjamin, tidak ada lagi rakyat yang merasa haknya direbut. Jika korupsi tidak ada, Indonesia akan hidup aman, nyaman, tentram, sejahtera dan makmur serta damai. Indonesia membutuhkan orang yang jujur, yang amanah terhadap apa yang dilakukannya, dan harus melakukan yang terbaik untuk negeri ini,” imbuh Wardhana.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi, Haerdin menjelaskan, kegiatan kampanye Hari Antikorupsi ini bagian dari upaya pencegahan korupsi, dan merupakan instruksi langsung dari Jaksa Agung.

”Sesuai instruksi Jaksa Agung, kami sudah melakukan beberapa hal, salah satunya pembagian stiker dan kaos kepada masyarakat maupun pengendara bermotor sebagai bentuk imbauan agar tidak melakukan korupsi,” ucap Haerdin.

Lanjutnya, dalam kegiatan ini pihaknya juga akan mengkampanyekan kinerja atau tugas pokok dan fungsi kejaksaan secara kelembagaan, termasuk kewajiban seorang jaksa secara personal.

”Ya nanti kami akan keliling ke beberapa sekolah untuk sosialisasi terkait kejujuran atau upaya menghindari perilaku korupsi sejak dini,” janji Haerdin. (and)

Related Articles

Back to top button