BekasiBerita UtamaHukumKorupsi

Selewengkan Dana Desa

Mantan Kades Ditangkap di Hari Antikorupsi

MENUNDUK SEDIH: Mantan Kepala Desa Karangasih Asep Mulyana menunduk tanpa kata didalam kendaraan tahanan usai diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri Cikarang Desa Sukamahi Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Senin (9/12).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Asep Maulana, mantan kepala desa Karangasih Kecamatan Cikarang Utara ini tidak pernah menyangka jika di Hari Antikorupsi 9 Desember kemarin, dia ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi.

Kemarin, dia dipanggail oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan sehat, Mantan kades priode 2013-2019 ini langsung ditahan dan dijebloskan ke Lapas Kelas III Pasir Tanjung untuk 20 hari ke depan.

”Kami awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat, setelah itu dilakukan penyelidikan dan dinaikan menjadi penyidikan. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan harus dilakukan penahanan selama 20 hari oleh Kejari Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus, Angga Dhielayaksa, Senin (9/12).

Angga menjelaskan, pada tahun 2016 Desa Karangasih mendapatkan dana alokasi desa (DAD) sebesar Rp 3.083.879.000. Namun dalam pengelolaannya, ada kerugian keuangan negara sebesar Rp1 miliar. Dia menduga kuat dana tersebut disalahgunakan.

Dijelaskannya, uang Rp1 miliar tersebut diselewengkan dengan beberapa motif. Salah satunya melalui kegiatan rapat serta kegiatan kerja bakti lingkungan yang melibatkan masyarakat. Kata dia, saat kegiatan berlangsung pada laporan keuangan APBDes tertuang penggunaan keuangan untuk makan dan minum. Padahal kegiatan tersebut masyarakat membawa makanan sendiri alias tidak ada makan minum saat kegiatan berlangsung.

”Motivnya terkadang pada kegiatan kerja bakti, minggon atau pekerjaan jaling. Jadi saat kerja bakti ditemukan ada anggaran yang diduga diselewengkan, dan saat kami lakukan penggeledahan ditemukan setempel dan kwitansi bodong,” kata Angga.

Pada kasus ini, Asep Maulana berperan lebih dominan. Namun Angga tak menampik jika akan ada tersangka lain pada kasus ini. ”Siapa-siapa saja yang terlibat, nanti akan terungkap di fakta persidangan. Saat penyalahgunaan APBDes, tersangka masih menjabat sebagai kepala desa,” tegasnya.

Penyidik menemukan beberapa bukti dari kasus ini, diantaranya kwitansi dan stempel yang diduga ’bodong’. Bukti-bukti tersebut ditemukan saat penggeledahan yang dilakukan penyidik. ”Tentunya dua alat bukti sudah kami penuhi. Nanti akan kita buka di persidangan,” bebernya.

Angga menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan APBDes Karangasih ini dilakukan sejak 2018 lalu. Lamanya proses pengungkapan kasus ini karena saat itu Kabupaten Bekasi akan melaksanakan Pilkades serentak. Kemudian ada Pemilu serentak 2019. ”Atas dasar itulah pihaknya melakukan penahanan saat ini,” jelasnya.

Meskipun penggeledahan atau pengungkapan kasus penyalahgunaan APBDes sejak tahun 2018, namun dia tidak ingin dimanfaatkan sebagai alat politik. Sebab yang bersangkutan juga maju sebagai calon Kepala Desa Karangasih.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya, mantan kepala desa yang pernah menjabat dua periode itu. Dikenakan pasal 2 ayat (1) no. Pasal 18 Undang Undang RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang atas perubahan UU RI no tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Apabila mengacu Pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman 20 tahun penjara,” jelasnya.

Ia tidak menutup kemungkinan hal seperti apa yang dilakukan oknum kepala desa lain juga sama. ”Kami masih melakukan penyidikan, dan tidak menutup kemungkinan ada keterkaitan peran peran lain. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan dilakukan oknum kepala desa lainnya, dengan modus serupa.” jelasnya.

Sementara itu, saat digelandang petugas Asep hanya tertunduk lesu. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari Asep saat ditanya wartawan. Terlihat, mengenakan kemeja hitam bermotif coklat, rompi tahanan berwarna merah muda serta peci putih. (and)

Related Articles

Back to top button