BekasiBerita UtamaPeristiwa

Bekasi Digoyang Gempa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gempa bumi teknotik berkekuatan 3.2 skala richter, mengguncang Kabupaten Bekasi, Selasa siang kemarin. Gempa yang terjadi sekitar pukul 12.45 tersebut, dirasakan di empat kecamatan yakni kecamatan Cibarusah, Serangbaru, Cikarang Selatan, dan Cikarang Pusat.

Akibat getaran tersebut, sejumlah warga pun panik lantaran rumah dan tanahnya sempat bergoyang. Bahkan tidak sedikit warga yang berhamburan keluar rumah karena khawatir tertimpa bangunan.

”Goyang-goyang saja sekitar satu menit, karena saya takut makanya kuar rumah, enggak tahunya di depan sudah ramai, karena warga yang lain merasakan juga,” ujar

warga Perum Mutiara, Desa Sindang Jaya, Cibarusah, Ani Rohani (30), kemarin.

Kendati demikian, tidak semua merasakan adanya getaran gempa di wilayah Cibarusah. Seperti yang diungkapkan Kapolsek Cibarusah, AKP Karman, dia mengaku tidak merasakan adanya getaran gempa di kantor Polsek Cibarusah.

”Kalau di Polsek tidak ada getaran, saya enggak merasakan. Mungkin kalau wilayah lain ada yang merasakan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cibarusah, Kunaefi menuturkan, dari informasi staf kecamatan Cibarusah yang ada di kantor, getaran gempa terasa pada pukul 12.50 siang, dan getaran tersebut tidak lama, hanya hitungan detik saja.

”Kebetulan saya sedang menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD saat kejadian, tapi informasi dan staf kecamatan memang ada getaran, termasuk informasi dari Kepala Desa Sindang Mulya memang ada warga yang merasakan getaran,” ucapnya.

Menurutnya, sampai saat ini pukul 17.14 sore unsur Muspika Kecamatan Cibarusah masih melakukan pemeriksaan di wilayah masing-masing, karena getaran gempa ini dirasakan di beberapa lokasi di Cibarusah.

Alhamdulilah sampai saat ini tidak dilaporkan adanya korban maupun kerusakan. Kita (muspika) masih terus melakukan pengecekan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sindang Mulya, Selpi. Dia mengaku merasakan adanya getaran di wilayahnya pada siang kemarin. ”Iya ada getaran, tapi tidak ada korban atau kerusakan di wilayah saya. Aman terkendali,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno mengatakan, tim asesemen dari BPBD sedang turun ke lokasi yang merasakan getaran gempa. Hanya saja, hingga pukul 16.50 sore BPBD belum mendapatkan laporan adanya kerusakan maupun korban akibat getaran gempat tersebut.

 ”Belum ada laporan mengenai kerusakan dan sebagainya, masih kondusif sampai sekarang, dan tim masih memantau ke empat kecamatan yang merasakan getaran. Terutama ke wilayah Cibarusah,” ucapnya.

Berdasarkan data Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika gempa terjadi pukul 12.54 di wilayah Kabupaten Bekasi. BMKG menyebut, gempa berkekuatan 3,2 dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.54 LS – 107.08 BT, tepatnya berada di darat pada jarak 22 km barat daya Kabupaten Bekasi pada kedalaman 4 kilometer.

”Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hipocenter-nya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” tulis rilis BMKG.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Cikarang dengan skala intensitas II-III MMI, dan di Cibarusah dengan skala intensitas II-III MMI.  Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

”Hingga pukul 14.05, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut,” tulisnya. (pra)

Related Articles

Back to top button