BekasiBerita UtamaMetropolisTransportasi

Lay Bay Ditutup Permanen

Terdampak Perluasan Stasiun

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Humas Dirjen Perkeretaapian PT KAI Daop I, Supandi mengatakan bahwa penutupan lay bay Stasiun Bekasi dilakukan secara permanen atau seterusnya.

Hal itu sehubungan dengan revitalisasi stasiun yang sedang dilakukan. Area lay bay akan digunakan untuk pengembangan stasiun dan menambah jalur kereta api.

Lay bay ini merupakan lokasi yang biasa digunakan oleh angkutan umum hingga ojek daring menaikkan dan menurunkan penumpang yang hendak menuju dan dari stasiun.

Area ini, sebelumnya memang merupakan jalur kereta api, yakni kereta api batu bara, dan kereta api barang yang sudah tidak dipakai lagi.

”Itu akan ditutup selamanya karena itu kan untuk pengembangan stasiun, tidak akan dipakai untuk lay bay lagi,” jelas Supandi.

Dilokasi, beberapa waktu terlihat satu dua angkutan umum nampak menepi di bahu jalan menunggu penumpang keluar dari area Stasiun Bekasi. Area ini akan cenderung padat di jam-jam sibuk oleh angkutan umum, transportasi daring dan penumpang kereta api keluar masuk stasiun menyebrang jalan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi coba mencari lokasi alternatif pengganti lay bay sehingga bisa mengurai kemacetan.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyebut, area bundaran bulan-bulan, tidak jauh dari area stasiun Bekasi menjadi lokasi alternatif.

Tri juga menjelaskan, kedepan juga akan dibuat park and ride tidak jauh dari area stasiun. Masyarakat akan diarahkan untuk memarkirkan kendaraannya di lokasi park and ride lalu berjalan kaki menuju ke stasiun Bekasi.

”Kan itu ada satu rekayasa lay bay nya, mungkin nanti akan pindah ke depan bulan-bulan itu, nanti dicarikan lah,” kata Tri, Selasa (10/12).

Ia meminta kepada masyarakat Kota Bekasi untuk bersabar selama proses revitalisasi stasiun selesai dilaksanakan.

Jika revitalisasi stasiun selesai dikerjakan, maka akan ada beberapa keuntungan bagi Kota Bekasi, diantaranya adalah bertambahnya kereta luar kota yang akan berhenti di stasiun Bekasi, dan menumbuhkan perekonomian daerah.

Terkait dengan kemungkinan kemacetan yang kembali menghantui lalu lintas di area stasiun, Tri menanggapi hal itu sebagai suatu yang wajar selama proses pembangunan berlangsung.

”Saya kira ada proses rekayasa yang sudah dibuat, dalam proses pembangunan tentunya sudah ada proses sosialisasi, kita melihat ada satu kebutuhan dan impact-nya adalah menjadi lebih baik, pada saat proses membangun pasti ada yang namanya tidak terakomodir,” tambahnya.

Tri mencontohkan, bagaimana proses pembangunan Tol Becakayu, sebelum Tol Japek II selesai imbasnya terjadi dengan padatnya arus lalu lintas. ”Tapi berangsur-angsur sudah mulai berubah,” tandasnya. (sur)

Related Articles

Back to top button