BekasiBerita UtamaHukum

Mark-up Anggaran Jaling dan Drainase

KADES TERLIBAT KORUPSI: Mantan Kepala Desa Karangasih Asep Mulyana menunduk tanpa kata saat digiring petugas Kejaksaan ke kendaraan tahanan usai diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri Cikarang Desa Sukamah,i Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (9/12).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penangkapan mantan kepala desa (Kades) Karang Asih Asep Mulyana oleh Kejaksaan Negeri Bekasi, Senin (9/12) kemarin, mengejutkan warga yang pernah dipimpinnya. Pasalnya, Kades dua periode tersebut dikenal baik di masyarakat.

Mantan Ketua Karang Taruna Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Abun Nurhasan mengaku, secara pribadi mantan Kades Asep dikenal baik, namun tidak dalam kepemimpinannya.

”Saya kebetulan saat itu Ketua Karang Taruna periode kepemimpinan beliau. Dan saya akui sangat baik secara pribadi, namun tidak untuk kepemimpinannya sebagai kepala desa,” jelas Abun saat ditemui di Desa Karang Asih, kemarin (11/12).

Menurut dia, kepemimpinan itu tidak hanya baik secara pribadi, melainkan juga harus baik secara kebijakan. ”Jadi masalah di masyarakat bukan hanya hajatan dan kematian saja, banyak masalah yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Ia memaparkan, saat Asep memimpin adanya dugaan penyelewengan lebih banyak pada kegiatan fisik. Salah satunya saat membuat saluran air (Drainase) dan jalan lingkungan. ”Saya bukannya mau fitnah ya, tapi memang benar kenyataan. Jadi ada beberapa titik kegiatan harusnya dengan anggaran Rp 40-60 juta bisa selesai. Namun kenyataannya di laporan keuangan menghabiskan Rp 100 juta, hal ini kan merupakan mark-up untuk keuntungan pribadi,” jelasnya.

Selain itu, menurut dia anggaran desa seharusnya juga tidak hanya terfokus pada kegiatan fisik saja namun untuk pemberdayaan masyarakat. ”Saya berpendapat ini memang harus menjadi pembelajaran untuk unsur pimpinan supaya tidak melakukan praktik korupsi. Karena adanya program BUMDes sama sekali tidak jalan saat zaman lurah Asep. Sebenarnya kan hal ini dapat mengupayakan bagaimana menyelesaikan masalah kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan Radar Bekasi kediaman Mantan Kepala Desa Karang Asih, yang terletak di Kampung Cabang, RT 01/09 tampak sepi dan tertutup pasca-ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan APBDes tahun 2016.

Radar Bekasi juga berkesempatan berdialog dengan para tetangga. Di mata para tetangganya Asep begitu bersahaja. ”Iya kaget saya, tiba-tiba juga istrinya keluar nyamperin saya sambil nangis. Saya tetangga sudah seperti saudara karena bapak baik sama anak saya, dan juga suka membantu,” kata Suherni (53).

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Kejaksaan Negeri Bekasi, Angga Dhielayaksa menuturkan, sejauh ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan kepada perangkat desa saat masa jabatan Asep Mulyana sebagai kepala desa.

Anggga juga mengaku, adanya perombakan aparatur di desa saat ini salah satu kendala. Namun ia tetap berupaya, sebab pihaknya sudah melakukan penyitaan beberapa barang bukti saat penggeledahan.

”Kami terus melakukan pemeriksaan kepada mantan perangkat desa, sebab yang dulu sebagai perangkat desa sekarang sudah tidak lagi. Namun kita upayakan proses penyidikan dapat berjalan dengan baik dan professional,” ujarnya.(and)

Related Articles

Back to top button