BekasiBerita UtamaCikarang

8.712 Kendaraan Dinas Nunggak Pajak

PELAT MERAH: Seorang warga melintas di depan kendaraan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang sedang parkir. DOK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Berdasarkan catatan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bekasi, dari 27.741 kendaraan dinas (pelat merah), sebanyak 8.712 belum membayar pajak (menunggak).

”Dari jumlah itu, sebanyak 6.841 sepeda motor dan 1.871 roda empat (mobil). Kalau permasalahan kenapa tidak bayar pajak, kami tidak tahu, yang pasti itu data konkret,” ujar Korektor Samsat Kabupaten Bekasi, Agus Ramdan, Rabu (11/12).

Kata dia, rata-rata kendaraan pelat merah tersebut sudah nunggak pajak selama dua sampai tiga tahun. Padahal secara aturan, pajak kendaraan pelat merah lebih murah dibanding mobil pribadi. Karena untuk kendaraan pelat merah ada subsidinya 0,50 persen dari nilai jual pajak yang diterapkan.

Agus menjelaskan, untuk hitungan pembayaran pajak kendaraan pelat merah, misalkan nilai jual di Samsat Rp 100 juta, lalu dikali bobot kendaraan perumpama 1.300, dan kali 0,50 persen. Tapi tergantung tahun dan tipe kendaraan. Yang pasti, angkanya di bawah mobil pribadi, contohnya mobil pribadi Rp3 juta, paling untuk mobil pelat merah hanya Rp 1.200.

”Hitungannya seperti itu, termasuk untuk kendaraan roda dua. Tapi pembayarannya tergantung tahun dan tipe juga, yang pasti pembayarannya dibawah mobil pribadi,” jelasnya.

Kendati demikian, persoalan tunggakan pajak kendaraan pelat merah sampai saat ini sudah ada tembusan ke bupati, baik secara langsung maupun melalui surat.

”Kami sudah menghadap langsung ke bupati, dan sudah direspon. Mungkin secara administrasinya yang kurang baik. Dan kami berharap, semua pajak mobil dinas Pemkab Bekasi segera dibayar, supaya tidak timbul permasalahan di belakang hari,” imbuhnya.

Lanjut Agus, rata-rata mobil dinas yang menunggak merk Avanza. Sedangkan untuk mobil yang agak mewah, seperti Fortuner dan Pajero maupun yang lainnya, sudah banyak yang dibayar, walaupun masih ada beberapa yang belum. Walaupun jumlah kendaraan dinas yang menunggak pajak setiap tahun ada peningkatan.

”Setiap tahun ada peningkatan sekitar 20 persen kendaraan pelat merah yang menunggak pajak,” terang Agus. (pra)

Close