BekasiBerita UtamaMetropolis

Dahulukan Fasilitas Penunjang DDT

Bangun Akses Perlintasan

DIBANGUN DDT: Sejumlah pengendara berhenti saat kereta api melintas di Kawasan Stasiun Bekasi Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Rabu (11/12). Pembangunan jalur double-double track (DDT) diminta didukung pembangunan perlintasan untuk kendaraan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan jaur double-double track (DDT) atau dwiganda di wilayah Kota Bekasi bakal berdampak adanya penutupan perlintasan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Kondisi itu dinilai bakal menimbulkan masalah baru jika tidak ditunjang dengan pembangunan fasilitas jalur penghubung.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, pembahasan terkait proyek DDT sudah dilakukan dua tahun lalu. Termasuk dampak yang perlu disikapi jika proyek berjalan.

”Cuma bicara perencanaan dan antisipasinya. Itukan menyangkut masalah infrastruktur jalan, perlintasan tidak sebidang. Saya tidak membahas terkait perlintasan motor-motor di perlintasan kereta, saya berbicara yang lebih besar yakni perlintasan untuk mobil,” katanya, Rabu (11/12) ketika dihubungi Radar Bekasi.

Dijelaskan Johan, jika proyek DDT rampung Desember 2021, kendaraan roda empat sulit melintas di lokasi yang selama ini digunakan.

Diantaranya jalur penghubung wilayah Bekasi Utara dan Selatan, biasanya pengendara roda dua dan empat melintasi Jalan Perjuangan, Jalan Agus Salim, Jalan Ampera dan Jalan Pahlawan.

”Itu dulu kita pernah rapat dengan orang KAI setahun yang lalu. Jadi kita minta tiga untuk diakomudir,” ujarnya.

Tiga usulan yang diajukan kepada PT KAI diantaranya jalan fronted di sisi DDT yang menghubungkan Bekasi Timur hingga Kranji. Pelebaran underpass Pasar Baru atau peningkatan kapasitas kendaraan yang menghubungkan Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Pengeran Jaya Karta.

”Itu setahun lalu kita bahas. Dan kemarin juga kita membahas di Dirjen PT Kereta Api Indonesia,” ucapnya.

Hasil rapat tersebut diakuinya sudah ditindaklanjuti namun pihaknya mendorong agar surat tersebut dilayangkan ke pihak Kementrian PU, supaya bisa dialokasikan pembangunan di tahun 2021.

Tiga usulan tersebut diharapkannya pada tahun 2021 bisa mengantisipasi jalur perlintasan di Kota Bekasi. (pay)

Close