Metropolis

Warga Bahagia Minta Penertiban Bangli Disegerakan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kelurahan Bahagia meminta penertiban 213 bangunan liar (bangli) di sepanjang Kali Busa disegerakan. Karena, keberadaan bangli membuat rumah warga yang ada di sekitar kali terdampak banjir.

Warga RW 45 Kelurahan Bahagia, Roni (41) menegaskan, penertiban bangli harus dilakukan sesuai jadwal pada Senin (16/12) mendatang. Menurutnya, apa yang akan dilaksankan oleh pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II sudah lama diperjuangan sejak 2010 agar bisa terealisasi.

”Setiap tahun kita ajukan ke Pemda, bahkan di setiap kegiatan apapun dengan Pemda selalu kita bahas,” katanya, Rabu (11/12).

Dia menyatakan, penertiban perlu dilakukan karena keberadaan bangli sudah banyak membawa petaka bagi masyarakat sekitar.

”Gara-gara bangli itu, kami warga di sekitar yang jumlahnya jutaan orang terdampak banjir, dan hal ini sudah cukup lama kami alami. Dan perlu diketahui, bencana banjir yang terjadi sudah memakan korban jiwa dan itu anak kecil. Tersengat listrik akibat banjir,” tuturnya.

”Kita sudah cukup sabar (tak bongkar bangli), dan tak melakukan hal-hal yang bertentangan hukum. Lalu, mau sampai kapan lagi kita sabar dengan banjir yang terjadi akibat bangli yang merupakan akses aliran sungai untuk pembuangan limbah ke laut. Saya kira sudah cukup,” ujarnya.

Selanjutnya, Seksi Lingkungan Bamuswa Kelurahan Bahagia, Sri Murtono menambahkan, akses saluran air di aliran Kali Busa itu terhambat dengan adanya bangli di sekitarnya. Alhasil, setiap kali ada hujan besar banyak warga terdampak banjir, bahkan termasuk beberapa sekolah.

”Kurang lebih dampak banjir itu dilanda sekitar 26 RW, dan juga ada sekitar tujuh sekolah dengan ketinggian air bervariasi, dari 40 cm sampai 80 cm, dan itu sudah sering terjadi, apalagi saat hujan deras. Dan itu merupakan dampak pendangkalan dan penyempitan Kali, akibat ada bangli juga,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Bahagia, Amin Mustofa menyampaikan, beberapa penghuni bangli masih mengharap kegiatan itu diundur hingga akhir tahun. ”Jadi, warga minta ke kami agar kegiatan bisa diundur minimal hingga mereka siap atau bisa cari tempat tinggal baru. Ya, paling tidak sampai akhir tahun ini dan bisa rayakan tahun baru disini,” ujar Amin saat ditemui di kantornya.

Menurut dia, pihaknya pun berusaha untuk menampung keluhan tersebut. Akan tetapi, dia tak punya hak untuk memutuskan keluhan warga tersebut.

”Kalau bicara kemanusiaan ya tentunya, kita prihatin juga dan perlu dipikirkan nasib mereka. Ini kan sudah mau masuk musim hujan dan Tahun Baru. Jangan sampai apa yang dilakukan malah nambah masalah, jadi saya coba bantu cari solusi yang terbaik,” ungkapnya.

Sebelumnya, General Manager PJT II Wilayah 1, Fembry Setyawan menyampaikan, kegiatan penertiban bangli merupakan agenda bersama semua pihak. Khususnya Pemda Bekasi melalui bupati yang telah diberikan surat pemberitahuan terkait hal ini.

”Artinya, untuk bangli nanti yang telah dikerjakan oleh Satpol PP tetap kita rencanakan, untuk bisa ditindaklanjuti dengan merapihkan kembali saluran yang sebelumnya dipenuhi bangli agar sesuai dimensi awal, tak menyempit serta sesuai ukuran semula, sehingga kembali ke fungsi semula,” tandasnya.(cr49)

Close