Kesehatan

KAHMI Bekasi Minta KS-NIK Dilanjutkan

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI-Polemik Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) yang dihentikan sementara oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terus menuai pro kontra. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bekasi pun turut berkomentar.

 

Koordinator Presidium KAHMI Bekasi, Budiman berharap, program kesehatan tersebut tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, program ini sudah memberi manfaat  besar bagi masyarakat Kota Bekasi.

 

’’Kalau program yang sangat bermanfaat ini dihentikan atau dipending untuk sementara waktu pelaksanaannya, maka yang dirugikan masyarakat pengguna KS-NIK,’’ ungkap Budiman.

 

Dia menambahkan, sejauh ini KS NIK salah satu solusi kesehatan masyarakat. ’’Ini hak hidup sehat. Dan hak setiap warga negara,’’ tandasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan Surat Edaran tertanggal 29 November 2019 tentang program Jamkesda KS-NIK diberhentikan sementara terhitung 1 Januari 2020. Pemkot Bekasi sedang merumuskan kebijakan pelayanan kesehatan yang bersifat komplementer dan tidak tumpang tindih dengan program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Surat edaran ini ditujukan kepada Ketua ARSSI Cabang Kota Bekasi , Direktur RS yang bekerjasama dengan Jamkesda KS-NIK tahun 2019 dan Direktur Klinik yang bekerjasama dengan Jamkesda KS-NIK Tahun 2019.

 

Surat edaran itu dikeluarkan menindaklanjuti Permendagri No.33 Tahun 2019 Tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2020 bagian H poin 8: Bahwa pemerintah daerah tidak diperkenankan mengelola sendiri (sebagian atau seluruhnya) Jaminan Kesehatan Daerahnya dengan manfaat yang sama dengan Jaminan Kesehatan Nasional termasuk mengelola sebagian Jaminan Kesehatan Daerahnya dengan skema ganda.

 

Menyikapi maraknya respon masyarakat terkait penerbitan Surat Edaran ini, Wali Kota Rahmat Effendi menyatakan akan melakukan Judicial Review (JR) sejumlah peraturan dan UU tentang JKN ke Mahkamah Konstitusi.

 

’’Terkait JR kami serahkan kepada Tim Advokat Patriot Kota Bekasi,’’ ungkap Wali Kota Rahmat Effendi, Minggu (8/12) usai menerima dukungan para tokoh Kota Bekasi yang meminta program KS-NIK dilanjutkan. (zar)

Related Articles

Back to top button