Bekasi

Pendapatan Ekonomi Tidak Jadi Ukuran

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sementara itu, Tenaga ahli pengembangan ekonomi desa untuk Kabupaten Bekasi pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Neneng Hasanah menambahkan, keberhasilan BUMDes tidak bisa diukur dari sisi ekonomi, namun dari sisi sosial.

”Karena seperti banyak BUMDes yang melayani pembayaran pajak daerah atau bahkan kendaraan bermotor. Dalam hal bisnis mungkin tidak terlalu meningkat pesat tapi dari pelayanan mereka sangat memerhatikan itu,” jelasnya.

Lanjut Neneng, tidak sedikit BUMDes yang masih kesulitan mengembangkan usahanya. Beberapa di antara mereka yang membuka minimarket akhirnya tidak bertahan lama karena kalah bersaing dengan minimarket ternama.

”Tapi kendala lainnya juga karena ketidakpastian modal yang didapat. Terkadang mereka sulit berkembang lantaran modal yang bersumber dari dana desa dan sebagainya itu justru lambat diterima,” katanya.

Meski demikian menurut dia, pengembangan BUMDes di Kabupaten Bekasi menunjukkan progres positif. Dalam dua tahun terakhir, BUMDes mulai dapat mengembangkan potensi desanya yang kemudian mampu dikelola dalam bidang usaha. Beberapa BUMDes bahkan telah meningkat menjadi tahap berkembang karena sektor usahanya yang berhasil menembus pasar.

Salah satu BUMDes yang terbilang sukses yakni BUMDes Simpangan Kecamatan Cikarang Utara. BUMDes ini bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan pokok dengan memasok ke berbagai toko hingga warung kecil. ”Jadi potensi ini mereka gali dan kini menjadi salah satu BUMDes terbesar. Berdasarkan laporan keuangan yang kami terima, omset mereka sudah menembus Rp 800 juta per tahun,” ucap Neneng.

Selain Simpangan, BUMDes yang berkembang lainnya yakni BUMDes Pasirranji Kecamatan Cikarang Pusat. Mereka memiliki usaha di bidang lembaga pelatihan kerja yang sukses menyalurkan tenaga kerja dunia industri. Selain itu, ada juga BUMDes yang mengembangkan melalui sektor usaha pariwisata. Seperti Desa Hegarmukti dengan memanfaatkan Situ Binong untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Hegarmukti, Ajo Suparjo menuturkan, memanfaatkan potensi wisata justru menjadi rekreasi yang ditawarkan di desa wisata ini. Kata dia, Desa Hegarmukti berada tepat di samping gerbang tol Cikarang Pusat, Deltamas. Di lokasi tersebut terdapat danau seluas 11,6 hektar yang menjadi jantung dari wisata yang dikembangkan oleh badan usaha milik desa ini.

Ia memaparkan, tanpa ada bantuan langsung dari anggaran pedapatan dan belanja daerah maupun pusat, danau bernama Situ Binong berhasil dikembangkan. Warung jajanan yang berdiri di sekitar danau, meski semi permanen, menjadi tanda sektor wisata telah menghidupkan perekonomian warga sekitar.

 ”Ide wisata ini sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, pada pemerintahan desa sebelumnya. Maka dibangun rumah singgah, aksesnya dan segala hal pendukungnya. Sampai kini, penyempurnaan terus dilakukan,” katanya.

Kepala Badan Usaha Milik Desa Hegarmukti, Doni Ardon menambahkan menyiapakan berbagai paket wisata yang disiapkan. ”Karena bagaimanapun juga, kebudayaan asli daerah tetap menjadi kebanggaan bagi kami. Sedangkan bagi pengunjung itu menjadi daya tarik tersendiri. Maka potensi budaya dan alam ini yang kami tawarkan di desa wisata,” katanya.(and)

Close