BekasiBerita UtamaMetropolis

Tidak untuk Jarak Dekat

Jelang Operasional Tol Layang Japek

SEGERA BEROPERASI: Pengendara melintas di bawah ruas Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II, Bekasi Selatan, belum lama ini. Tol tersebut tidak diperuntukan untuk jarak dekat karena tidak ada on/off ramp. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tol Layang Jakarta Cikampek (Japek) II Elevated bakal dioperasikan pada momen Natal dan Tahun Baru. Jalur ini tidak diperuntukkan untuk jarak dekat.

Pasalnya, tidak ada on/off ramp dan rest area di sepanjang jalan tol layang sepanjang 38 Km ini.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani telah mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jalan tol layang ini dengan tujuan dekat.

”Jadi ini benar-benar untuk tujuan Bandung dan Jawa, setelah Karawang Timur ya, jadi kalau mau coba-coba tapi tujuannya hanya sampai Cibitung ya nggak ada gunanya,” terang Desi.

Sesuai dengan imbauan dari PT Jasa Marga. Pertama, tol ini hanya dipergunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Kedua, akses keluar masuk hanya ada di ujung jalan. Ketiga, hanya diperbolehkan kendaraan golongan satu. Keempat, batas kecepatan kendaraan 60 hingga 80 Km per jam. Kelima, pastikan saldo e-Tol dan bahan bakar cukup untuk perjalanan sepanjang 38 km. Keenam, pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan menegaskan operasional tol ini dilakukan pada tanggal 20 Desember mendatang, sementara kemarin, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan tol dengan biaya investasi Rp16,23 triliun tersebut.

Dalam pembangunannya diawasi oleh komisi jembatan dan terowongan yang dibentuk oleh Kementerian PUPR.

Tol layang yang diprediksi bakal mengurangi kemacetan di Tol Jakarta Cikampek dinilai masih perlu penyempurnaan.

Pada kesempatan merasakan tol layang ini, Radar Bekasi merasakan jalan bergelombang, adapun beberapa sambungan jalan cenderung lebih dalam dibandingkan yang lain. Perbedaan ketinggian tersebut sangat terasa.

Pengamat lalu lintas, Djoko Setijowarno ketika dikonfirmasi Radar Bekasi mengatakan aspek kesalamatan dan kenyamanan menjadi poin utama.

”Perlu penyempurnaan dan perapian. Secara konstruksi kondisi jalan tol layang ini sudah layak digunakan. Namun jika dioperasikan untuk komersial, harus memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” Djoko, Kamis (12/12).

Proses penyempurnaan tersebut diprediksi memerlukan waktu satu hingga dua bulan kedepan.  (sur)

Close