Metropolis

Ular Kobra Teror Warga

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Bekasi dibuat resah dengan munculnya hewan kobra dilingkungan rumah, akhir-akhir ini. Bahkan ada yang masuk kedalam rumah. Kemarin, warga kampung Poncol Jaya RT 04 RW 19 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, menangkap seekor ular kobra dewasa berukuran dua meter.

Mereka khawatir jika masih ada ular lainnya yang berkeliaran di lingkungan sekitar. Ular yang ditangkap tersebut diamankan di dalam galon air mineral supaya tidak membahayakan, sontak ular tersebut menjadi tontonan dari anak-anak hingga orang dewasa di lingkungan sekitar.

”Lagi duduk saya pulang dagang pukul jam 12.30 malam dia lewat saya pikir bukan cobra, orang gede. Saya itu ituin baru berdiri dia palanya begini (berdiri dan mekar), baru dah saya tekan sama bambu nungguin orang lewat nggak ada yang lewat saya sendirian terus baru anak saya datang,” ungkap warga yang menangkap ular, Subandi Yanto (55).

Warga sekitar maupun Subandi mengaku kerap melihat anak ular kobra ini berkeliaran di lingkungan sekitar sebelum ular berukuran sekira dua meter tersebut ditangkap. Diketahui, dalam satu Minggu ini sudah kali ke tujuh, enam sebelumnya merupakan anak ular kobra berukuran kecil, warga setempat membunuh ular tersebut.

”Udah sering jadi anak-anakannya mah udah 6 yang kena di situ Kalau anaknya mah dimatiin,” lanjut warga yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang nasi goreng tersebut.

Ular tersebut sempat memberikan perlawanan saat hendak ditangkap, Subandiyo mengaku semburan ular kobra dibagian tangan kirinya. Beruntung tidak ada luka ditangannya dan tidak berdampak serius, ia mengaku hanya terasa seperti terkena air.

Ular diamankan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi untuk diberikan kepada pecinta reptil. ”Kalo melihat ular jangan melakukan gerakan yang mendadak, kedua kebersihan lingkungan, ketiga bila melihat segera hubungi Damkar,” ungkap anggota tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban.

Bulan Oktober Hingga Desember ini diketahui merupakan fase dimana ular berkembang biak, telur-telur ular sudah siap menetas pada bulan-bulan ini. Sehingga sering terjadi konflik antara ular dengan manusia.

”Bukan hanya di Bekasi, banyak orang konflik ular itu diawali dari bulan November, bulan Oktober November itu diawali musim penghujan, yang kedua disitu ular berkembang biak,” kata ketua Komunitas Sahabat Reptil Bekasi, Usuf kepada Radar Bekasi.

Pada hari Rabu malam lalu, ia bersama kawan-kawannya yang lain men-sweeping wilayah Bekasi Utara atas permintaan warga, hasilnya ia menemukan beberapa ular, di antaranya ular kobra. Dalam kurun waktu Oktober hingga Desember ini, warga cendrung lebih sering melihat ular kobra.

”Untuk saat ini warga cenderung lebih banyak orang lihatnya kobra, kemarin itu di Cikarang sampai lima belas butir telur kita dapatkan, posisi sudah siap menetas,” lanjut Usuf.

Ia meminta kepada warga untuk tidak panik saat berjumpa dengan ular, ia menyarankan untuk tetap tenang dan diam, lalu melihat tempat sekitar dan mengobservasi benda yang bisa digunakan untuk menjauhkan ular tersebut, dan menjauh.

Selain itu, warga diminta untuk menutup akses dimana ular bisa masuk kedalam rumah, diantaranya adalah lubang saluran air kamar mandi, dan celah dibawah pintu. Ular ini merupakan hewan yang sensitif, ia menyarankan untuk menggunakan pewangi, karbol, atau obat nyamuk semprot untuk menghalangi dan mengusir ular didalam rumah.

Belum ada laporan warga Bekasi yang tergigit ular kobra sampai dengan saat ini, seperti yang terjadi di beberapa daerah. (Sur)

Close