BekasiBerita UtamaCikarang

Serapan Rendah, ASN Dinilai Tak Disiplin

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini menilai, rendahnya serapan anggaran yang berdampak terhadap pembangunan infrastruktur, menandakan bahwa kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tidak disiplin.

”Memang dampak dari rendahnya serapan anggaran itu tidak selalu buruk, melainkan kalau ada efisiensi anggaran ketika pelaksanaan berjalan. Namun jika sebaliknya, apabila ada pekerjaan yang sudah direncanakan, tapi tidak terealisasi,” kata Ani kepada Radar Bekasi, Senin (16/12).

Dijelaskan Ani, Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi bermitra dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), sehingga pihaknya melihat dari perspektif kinerja.

”Kenapa saya bilang kurang disiplin, sebab kan tidak maksimalnya pembangunan, berarti ada yang tidak berjalan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) para birokrat sebagai pelaksana kegiatan di lapangan,” terangnya.

Ani menilai, rendahnya serapan anggaran yang berdampak terhambatnya pelaksanaan pembangunan sudah menjadi fenomena, dan setiap tahun selalu terjadi.

Oleh sebab itu, politisi PKS ini berpendapat, adanya ketegasan dari BKPPD dan kepala daerah untuk menindaklanjuti kinerja dari para ASN.

”Menurut saya, ada evaluasi dari Pemkab kurang berjalan dengan baik. Sehingga kinerja para ASN kurang disiplin, seakan menjadi hal biasa. Makanya, kami berharap ada evaluasi di birokrat yang menjalankan roda birokrasi. Karena percuma saja perencanaan baik, namun tidak maksimal dalam implementasi, kan masyarakat lagi yang dirugikan,” tukas Ani.

Sementara itu, Sekretaris BKPPD Kabupaten Bekasi, Edward Sutarman menuturkan, pihaknya tidak ada evaluasi kepada para birokrat terkait rendahnya serapan anggaran. Melainkan, hal tersebut menjadi evaluasi di masing-masing OPD.

”Kalau di BKPPD tidak ada evaluasi birokrat, tapi hanya memberikan sanksi ketika terjadi pelanggaran kepada oknum ASN yang tidak disiplin,” tegasnya.

Lanjut Edward, pihaknya setiap triwulan memberi kesempatan kepada pegawai untuk mengikuti pendidikan dan latihan dalam meningkatkan kopetensi serta inovasi pegawai. (and) 

Related Articles

Back to top button