BekasiBerita UtamaMetropolis

Tujuh Kawasan Kumuh Bakal Ditata

Gunakan APBN 2020

ILUSTRASI: Warga beraktivitas di Kampung Warna-warni RT 02/08 Keluarahan Kalibaru, Bekasi Barat. Tahun 2020 tujuh kawasan kumuh di Kota Bekasi bakal ditata. RAIZA SEPTIANTO/ RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tujuh kawasan kumuh dari total sebanyak 112 titik kawasan kumuh atau setara dengan 445 hektar yang masih tersisa di Kota Bekasi rencananya ditata tahun depan.

Kawasan tersebut akan ditata menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 senilai Rp14 miliar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Intan Fitriana Fauzi mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk masing-masing kelurahan dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebesar Rp2 miliar. ”Tahun 2020 kami mengusulkan lagi tujuh titik untuk ditata,” kata Intan, Selasa (17/12).

Teknis penataan kawasan kumuh ini melibatkan warga setempat yang tergabung dalam Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Namun, pelaksanaannya dalam pengawasan Kementerian PUPR dan titiknya ditentukan pemerintah daerah.

Penataan ini dimulai dari drainase, sanitasi, paving blok, kolam resapan, dan sumur artesis untuk persediaan kebutuhan air dikawasan tersebut. Tahun sebelumnya, melalui anggaran pemerintah pusat, tujuh kawasan yang telah ditata yakni kelurahan Kalibaru, Harapanmulya, Margamulya, Margahayu, Jatiasih, Mustikasari, dan Harapanbaru dengan luas kawasan kumuh total 100 hektar.

Tahun depan kawasan yang disasar adalah Jatisari, Margamulya, Jatirangga, Kalibaru, Harapanmulya, Jatiluhur, dan Medansatria.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi memperkirakan untuk menuntaskan seluruh kawasan kumuh di Kota Bekasi diperlukan dana Rp30 miliar per tahun. Setiap tahun wilayah yang bisa diselesaikan sekira 10 persen dari jumlah total.

”Itu besar, ya diperkirakan setiap tahunnya itu butuh 25 sampai 30 miliar gitu,” ungkap Jumhana Luthfi Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi saat ditemui beberapa waktu yang lalu. (sur)

Related Articles

Back to top button