Berita UtamaCikarang

Optimalkan Dana Desa untuk Benahi Drainase dan Bangun Ikon

Drainase
DIPERSIAPKAN: Kepala Desa Tambun Jaut Sarja Winata sedang berada di lahan yang akan digunakan untuk pembangunan taman di belakang Kantor Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Rabu (18/12). CR49/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sejumlah pemukiman di wilayah Desa Tambun kerap dilanda banjir. Untuk mengatasinya, Pemerintah Desa Tambun mengoptimalkan anggaran dana desa dari Pemerintah pusat untuk membenahi drainase.

Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata memaparkan, dana desa yang diterima pihaknya pada tahun ini sebesar Rp960 juta. Anggaran itu diprioritaskan untuk pembenahan drainase agar masyarakat tak lagi mengalami kebanjiran.

”Memang tiap hujan Tambun ini sering banjir, bahkan hampir sebagian besar wilayah dan itu yang dikeluhkan masyarakat, hingga kemudian dana desa pun kita lebih fokuskan untuk membenahi drainase,” kata Jaut kepada Radar Bekasi, Rabu (18/12).

Jaut menyampaikan, pembenahan drainase menjadi perhatian pihaknya karena kondisi pemukiman di wilayahnya relatif padat dan minimnya kesadaran warga untuk memperhatikan drainase saat membangun rumah.

”Mereka (warga Desa Tambun) tak pikirkan dan benahi, baru ketika banjir mengeluh. Dan keluhan ini, Alhamdulillah sudah 70 persen diselesaikan tahun ini,” jelas Jaut.

Selain pembenahan drainase itu, Jaut menyampaikan, anggaran dana desa dari pemerintah pusat ini juga dialokasikan untuk pembuatan ikon Tambun berupa taman. Nantinya, taman itu akan dibangun di belakang Kantor Desa Tambun dengan memanfaatkan lahan tempat pembuangan sampah (TPA) seluas 2.600 meter persegi.
”Ini pun sesuai rencana penggunaan dana desa hasil musyawarah dengan masyarakat, ini pun baru kita kerjakan setelah pencairan tahap 2 dan baru dianggarkan 80 juta,” ujarnya.

Jaut memaparkan, taman yang dibangun ini direncanakan akan dijadikan oleh pihaknya sebagai sarana umum untuk tempat berkumpulnya masyarakat desa. Sekaligus untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

”Mudah-mudahan ini selesai di 2020. Nantinya, taman ini pun akan kita giatkan setiap malam minggunya dengan kegiatan kumpul-kumpul dengan live musik, sekalian kita ciptakan lapangan pekerjaan untuk masyakarat juga. Jadi, konsepnya nanti kita akan buat panggung dan gazebo, dan lapak dagang” paparnya.

Dia menambahkan, agar ikon desa itu bisa selesai, pihaknya pun telah mengalokasikan dana tambahan senilai Rp132 juta dari alokasi pencairan dana desa tahap III yang rencananya cair Desember ini.

”Dana desa masih ada 30 persen atau 300 juta lagi di tahap tiga. Dan itu kita alokasikan untuk taman. Sisanya, kita alokasikan guna menyelesaikan membenahi drainase yang tersisa 30 persen,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, salah satu warga Desa Tambun, Jonly Nahampun mengakui, pihaknya merasa puas atas penggunaan dana desa yang dikelola Pemdes setempat. Hal itu, lantaran seluruh anggaran benar-benar dikerjakan sesuai dari tuntutan masyarakat.

”Dan seperti taman yang akan menjadi ikon desa ini pun dibikin dari desakan masyarakat, jadi kita dukung apa yang menjadi pekerjaan kades,” pungkasnya.(cr49)

Related Articles

Back to top button