BEKACITIZENBerita Utama

Menjajal Tol ‘Langit’ dengan 278 Sambungan Aspal

Oleh: Zaenal Aripin (Wartawan Radar Bekasi)

Saya akhirnya menjajal tol layang Jakarta-Cikampek. Hari keempat setelah tol ini dapat diakses publik. Atau enam hari pasca diresmikan presiden Joko Widodo pada Kamis 12 Desember 2019.

Kebetulan Rabu 18 Desember itu mendapat tugas kantor ke Bandung. Tepatnya ke DPRD Provinsi Jawa Barat di Jalan Diponegoro. Persis di depan Gedung Sate.

Inilah kesempatan untuk menjajal tol ‘langit’ terpanjang di Indonesia. Panjangnya sekitar 37 kilometer. Tepatnya 36,84 kilometer. Mulai dari KM 10 dari ruas Cikunir atau Bintara hingga KM 47 di Karawang Barat.

Tol ‘langit’  ini selisih 22 kilometer lebih panjang dibandingkan tol dalam kota Wiyoto Wiyono. Tol terusan Jagorawi panjangnya 15 km.  Meski panjangnya hanya 15 km, tol  yang menghubungkan Cawang ke Tanjungpriok ini, pembangunannya membutuhkan waktu tiga tahun. Tepatnya 1987 hingga 1990.

Itu berarti Indonesia butuh waktu hampir 30 tahun kemudian untuk membangun tol layang Jakarta-Cikampek sejak tol layang Jagorawi-Tanjungpriok dioperasikan.

Saya bersama Manajer Iklan Radar Bekasi Hafid berangkat dari kantor tepat pukul 08.00. Kami memilih rute untuk menikmati tol layang yang bergelombang itu dari gerbang tol Bintara.

Nah, sejak masuk gerbang tol Bintara, sepagi itu kami sudah ‘disambut’ puluhan truk-truk kontainer  yang berhenti di bahu jalan. Sebelah kiri. Ada sejumlah polisi dan PJR yang menghalau mereka. Agar tidak naik ke tol ‘langit’ itu.

Sayangnya, posisi pemberhentian truk kontainer itu sejajar dengan jalur masuk tol layang. Kami yang menggunakan Honda Jazz,pun terpaksa mengalah. Mengambil jalur kanan. Sambil meraba di mana pintu masuk jalan layang, mobil melaju pelan. Sambil antre di belakang mobil pribadi lainnya.

Sekitar 30 meter dari gerbang tol Bintara, terpaksa kami ‘menggunting’ jalur dari kanan. Kembali ke kiri lagi. Karena ternyata jalur ke tol layang ada di posisi kiri.

Ini catatan menjelang masuk tol ‘langit’. Pengguna tol layang dari gerbang tol Bintara harus menggunakan ‘jurus gunting’. Menggunting jalur truk kontainer.

Berhasil menggunting jalur truk kontainer, mobil pun melaju ‘mulus’ menanjak tol layang. Tapi tidak semulus yang kami bayangkan. Rupanya sambungan antar aspal bikin tidak nyaman pengemudi. Gejluk…, gejluk…, gejluk… begitu kami rasakan setiap kali melintasi sambungan aspal.

Kami berhitung jumlah sambungan yang bikin tak nyaman itu. Sejak naik dari gerbang Bintara KM 10 hingga keluar di KM 47 Karawang Barat. Jumlahnya, wow ratusan. Tepatnya 278 sambungan. 278 pula gejlukan yang kami rasakan.

Gejlukan gejlukan itu sungguh bikin tidak nyaman. Kendati laju mobil dipacu pada 80 kilometer perjam. Sedikit lebih nyaman bila mobil dipacu 60 kilometer perjam. Tapi tetap saja, gejlukan gejlukan sambungan itu masih sangat terasa.

Di ‘udara’, selain disambut sambungan aspal itu, kami pun disambut kemacetan. Terjadi mulai KM 11 hingga KM 12. Rupanya, ada perbaikan jalan di KM 12. Aspal di lajur kanan ditambal lagi. Selain di KM 12, perbaikan aspal juga terjadi di KM 22. Di kilometer ini, aspalnya sampai dikerewek, ditambal sulam.

Saat kembali ke Bekasi, kemacetan juga terjadi di KM 34. Penyebabnya sama. Ada perbaikan jalan. Penambalan aspal di kilometer ini. Sejatinya dua lajur. Akibat pengerjaan ini, hanya satu lajur yang digunakan. Antrean kendaraan pun mengular sekitar dua sampai tiga kilometer.

Aspal dan sambungan tol ‘langit’ ini tampknya masih menjadi pekerjaan rumah utama pengelola.  Aspal yang tak mengalami perbaikan juga masih sangat terasa kurang nyaman. Bisa dibilang kurang mulus.  Masih terasa gerendelan saat ban mobil beradu dengan aspal.

Saya menduga, bila dua persoalan ini tak kunjung dicarikan solusinya. Bukan tidak mungkin. Kemacetan di tol Jakarta Cikampek yang diharapkan Presiden Joko Widodo akan terurai dengan adanya jalan tol layang ini, kemacetan itu hanya akan berpindah dari tol darat ke tol langit. Termasuk saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun musim Mudik nanti. (*)

Related Articles

Back to top button