BekasiBerita UtamaMetropolis

Proyek Apartemen Urban Sky Diprotes

Dituding Palsukan Izin Lingkungan

Proyek Apartemen Urban Sky Diprotes

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan Apartemen Urban Sky di Jalan Galaxy I Bekasi Selatan diprotes warga. Pasalnya, dampak pembangunan tersebut membuat wilayah sekitar banjir.

Warga menduga pihak Urban Sky menyalahi rekomendasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan adanya pemalsuan dokumen izin lingkungan warga di RW 06 dan 09 Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Juru bicara forum warga yang terdampak, Randi Bagasyudha mengatakan selain karena dampak pembangunan, warga yang tinggal disekitar lokasi pembangunan merasa terusik dengan aktivitas proyek yang kerap melewati batas waktu.

”Kita sudah punya kesepakatan dengan pihak Urban mengenai jam kerja. Tetapi, mereka sering bekerja sampai pagi dini hari. Kita sempat protes dan meminta mereka berhenti agar warga tidak terganggu, tapi malah menantang,” ungkap Randi kepada wartawan, Kamis (19/12).

Ketegangan antara warga dengan pihak Urban Sky, kata Randi, terjadi pada 29 November 2019. Warga emosi karena pekerjaan tetap berjalan hingga dini hari dan menimbulkan kebisingan.

”Bahkan kita mengajak pihak Polsek Bekasi Selatan ke lokasi proyek, tetapi mereka gak mau berhenti bekerja,” terangnya.

”Pada tanggal 10 Desember 2019, kita dan pihak Urban Sky akhirnya rapat konfirmasi atas aduan warga di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Tuntutan kita ada sepuluh poin dan mereka (pihak Urban Sky) menyatakan siap memenuhinya. Kenyataannya, mereka belum menjalankan tuntutan tersebut,” tegasnya.

Tuntutan warga diantaranya meminta pihak terkait mengusut dugaan pemalsuan dokumen izin lingkungan warga serta pembatasan jam kerja.

Warga juga meminta pihak proyek membongkar crane yang melintasi atap rumah warga dan Masjid Darussalam.  Serta membuka kembali saluran air warga yang ditutup pihak Apartemen Urban Sky. Poin lainnya pembuangan air (Dewatering) dilarang melewati saluran air warga.

Pihak proyek juga diminta membersihkan debu-debu putih dari pembangunan apartemen. Warga juga mendesak pihak pengembang segera mengatasi banjir dan kemacetan akibat genangan air di depan pembangunan apartemen.

Warga juga melarang adanya penggunaan air tanah yang mengancam ketersediaan air di sekitar.  Aktivitas para pekerja dilarang melintasi wilayah RW 006 dan 009. Terakhir warga mendesak pihak pengembang mematuhi berbagai perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan antara warga dengan Urban Sky.

”Dari semua tuntutan, mereka cuma baru bisa mengurangi jam kerja, walau terkadang sampai jam tujuh malam. Tetapi untuk poin yang lain belum dilaksanakan,” ujarnya.

Warga menduga, proses pembangunan Apartemen Urban Sky melanggar rekomendasi Amdal yang sudah dimiliki. ”Kita mendesak pemerintah untuk meninjau ulang rekomendasi Amdal yang dinilai cacat hukum dan diduga mengandung unsur pidana pemalsuan,” tambahnya.

Pihaknya mencurigai dalam Amdal risalah rapat pada 13 September 2018 lalu, banyak poin yang diubah tidak sesuai dengan aslinya.

”Kemudian kehadiran warga saat sosialisasi diklaim sebagai persetujuan. Kita minta ini diusut tuntas,” tegasnya.

Terpisah, Project Managing Urban Sky, Edwin mengklaim pihaknya sudah melaksanakan semua tuntutan warga sebagaimana hasil pertemuan di Dinas Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.

”Kita sudah kerja dibawah jam sepuluh, sekarang mulai jam enam pagi sampai jam enam sore,” kata Edwin ketika dihubungi.

Pelaksanaan proyek pembangunan Apartemen Urban Sky, menurutnya sudah sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam dokumen Amdal.

Sementara mengenai adanya dugaan pemalsuan, Edwin berkilah tidak mengetahuinya. ”Kita bekerja sudah sesuai dokumen Amdal. Kalau soal pemalsuan kurang tahu saya pak,” katanya.

Diketahui, pembangunan Apartemen Urban Sky telah berjalan sejak 2018. Dampak negatif yang dirasakan warga sekitar antara lain banjir yang meliputi ruas jalan hingga permukiman warga.

Selain banjir, warga juga khawatir dengan crane yang melintas di atas permukiman rumah penduduk. Warga khawatir apabila terjadi bencana, crane menimpa bangunan rumah dan fasilitas warga hingga korban jiwa.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi dan dinas terkait, Kamis (19/12) melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, inspeksi kali ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, dan turunnya tim ke lokasi untuk menindaklanjuti serta mencari solusi dari sejumlah laporan yang ada.

”Ada laporan dari masyarakat sekitar, makanya kami tim yang terdiri dari sejumlah dinas terkait turun ke lokasi. Intinya menindaklanjuti laporan dan mencari solusi dari laporan yang ada,” katanya.

Dia menjelaskan, sidak yang dilakukannya bukan bertujuan untuk mempersulit pihak yang berinvestasi di Kota Bekasi.

”Kami tidak mempersulit para investor untuk melakukan pembangunan di Kota Bekasi. Namun dengan adanya sejumlah aduan, tentunya ini harus dicarikan solusinya. Agar kedepannya tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi warga ataupun pihak investor,” ucapnya.

Jika pembangunan tidak ada kesesuaian, pihaknya menegaskan akan segera mengevaluasi perizinan Apartemen Urban Sky. ”Kalau memang ditemukan, pasti kita akan peringati dan kami anjurkan agar terus melakukan perbaikan-perbaikan. Kami inginkan kondisi di wilayah yang kondusif. Datangnya kami disini, ingin memastikan perizinan yang telah dijalankan Urban Sky. Kami melihat langsung, dan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi,” tandasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button