BekasiBerita UtamaKecelakaan

Sekeluarga Tewas Dihantam Kereta

PANTAU TKP: Dirlantas Polda Metro Jaya Kombespol Yusuf (kanan) tengah melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan antara kereta api dengan mini bus di Jalan Raya Bosih Cibitung Kabupaten Bekasi, Minggu (22/12).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Biar lambat asal selamat. Pepatah itu kerap disampaikan kepada pengendara untuk lebih hati-hati dijalan. Tidak usah buru-buru, yang penting selamat sampai tujuan. Seperti kisah satu keluarga yang tewas tertabrak kereta di perlintasan Cibitung.

Berniat ingin buru-buru sampai tujuan, kendaraan nomor polisi B 1778 FZI dengan penumpang tujuh orang ini nekat menerabas perlintasan kereta. Akibatnya, warga Kelurahan Utan Kayu Matraman Jakarta Timur, yang baru saja dari kerabatnya di Cibitung tewas seketika.

Pristiwa berawal pada sabtu malam sekitar pukul 22.12 WIB, pengendara melintasi Jalan Raya Bosih RT 01/25, Kelurahan Wanasari. Sejumlah pengendara pun berhenti di depan perlintasan, karena saat itu kereta akan melintas. Palang perlintasan pun tertutup secara otomatis.

Namun, disaat bersamaan seorang pengendara sepeda motor memaksa menerobos dengan mengangkat palang perlintasan tersebut. Aksinya, diikuti pengendara sepeda motor yang ada di belakangnya.

Aksi sepeda motor yang menerobos perlintasan tersebut, ternyata diikuti oleh pengendara mobil Daihatsu Sigra warna biru. Saat melintasi jalur satu, kendaraan sampat mogok. Kandaraan tersebut lalu sempat berjalan, saat melintasi jalur dua kendaraan dihantam kereta dari arah Cikarang hingga terseret sejauh 30 meter.

 ”Palang perlintasan sebenarnya sudah tertutup, tapi kendaraan yang ada di depan mengangkatnya, otomatis kendaraan yang ada dibelakangnya ikut maju ke depan, sampai akhirnya kendaraan ini tertabrak. Kita sudah sempat teriaki. Saya tahu itu aja, karena langsung lari ke pos,” ujar saksi mata, Ahmad saat dimintai keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (21/12) malam.

Pantauan Radar Bekasi di lokasi kejadian, terlihat pecahan kendaraan maupun darah korban yang masih berceceran di lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun Radar Bekasi, para korban mengalami pecah dibagian kepala, patah tulang dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar menuturkan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan kecelakaan ini memang disebabkan karena si pengemudi kendaraan menerobos palang perlintasan kereta api.

”Kita sudah olah TKP, laka ini disebabkan karena si pengemudi menerobos palang perlintasan kereta api. Karena palang perlintasan berfungsi, cuma pada saat belum tertutup sempurna korban menerobos masuk ke perlintasan kereta,” ucapnya usai melakukan olah TKP di tempat kejadian, Minggu (22/12) siang.

Akibatnya, mobil Daihatsu Sigra yang dikendarai korban terpental sejauh 30 meter dari lokasi awal, dan enam orang yang ada di dalam mobil terpental ke sisi kiri, sedangkan untuk pengemudi ada di dalam mobil. Dari tujuh orang di dalam mobil, enam orang meninggal dilokasi, dan satu orang meninggal di RSUD.

”Jadi kendaran terpental sejauh 30 meter, dan korban terpental sekitar lima sampai sepuluh meter dari kendaraan, untuk pengemudi meninggal di dalam mobil setelah kejadian,” tuturnya.

Menurutnya, korban yang saat itu langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi dan untuk sekarang jenazah korban sudah dijemput oleh pihak keluarga, untuk dibawa ke kediamannya di Kelurahan Utan Kayu Matraman Jakarta Timur.

”Korban ini semuanya asal Jakarta, kemarin Sabtu (21/12) korban habis bersilahturahmi ke saudaranya yang ada di Cibitung. Yang ada di mobil ini satu keluarga terdiri dari anak, mantu, dan sebagainya, saya belum tahu persis yang mana orang tuanya, maupun anaknya, yang pasti ini satu keluarga,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombespol Yusuf yang mendatangi lokasi kejadian menuturkan, untuk SOP kejadian ini masih dipelajari, dalam tahap penyelidikan, semua masih dalam pemeriksaan. Pasalnya, dalam kecelakaan ini pihaknya fokus menolong korban dan mengamankan barang bukti kendaraan, agar kereta api masih tetap berjalan.

Menurutnya, dengan adanya kejadian ini beberapa tempat lain yang sama seperti ini masih dalam kajian dengan beberapa stakeholder, maupun pemangku kepentingan yang berkaitan dengan masalah ini, karena ada kewenangan dari beberapa intansi yang berkaitan dengan perlintasan kereta api.

”Itu masih dalam kajian, apakah perlu adanya rekayasa lalu lintas, jangka pendek, panjang, dan menengah. Jangka pendek kita harus melaksanakan pengaturan lalu lintas, dan jangka panjang adanya pembangunan underpass atau flyover disini,” ucapnya saat melakukan peninjauan di lokasi.

”Untuk sekarang kita fokus ke proses penyidikan sebelum terjadi kecelakaan sampai terjadi kecelakaan,” sambungnya.(pra)

Related Articles

Back to top button