BekasiBerita UtamaMetropolis

Pengusaha Resah Diminta ’Uang Kembang Api’

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pengusaha dan pedagang di Kelurahan Kayuringin Jaya dibuat resah dengan adanya permintaan sumbangan untuk acara malam pergantian tahun dari sejumlah pihak dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas). Permohonan bantuan anggaran itu disampaikan melalui surat dengan perihal mohon bantuan dana malam tahun baru tertanggal 19 Desember 2019.

Berdasarkan data yang diterima Radar Bekasi, rencana anggaran yang ada dalam proposal mencapai Rp9,5 juta. Rinciannya, sewa tenda dan kursi sebesar Rp2,5 juta, sewa sound system Rp1 juta, Konsumsi Rp1,5 juta, Pembelian Kembang Api Rp1 juta. Kemudian, ada juga anggaran untuk pembelian ikan sebesar Rp200 ribu, Ayam Rp200 ribu, Jagung Rp100 ribu dan anggaran hiburan sebesar Rp3 juta.

Salah seorang pengusaha di Kelurahan Kayuringin, AW (40) mengaku sudah menerima empat proposal sejak Selasa (24/12).

”Lihat aja susunan anggaranya, saya baru kali ini mendapatkan proposal seperti itu. Tidak hanya satu dua orang yang datang, mereka datang rombongan. Ada yang keliling rombongan naik motor datangi satu persatu ke toko, warung dan tempat makan,” katanya, Rabu (25/12).

Dia mengaku heran dengan permintaan sumbangan tersebut. AW berharap agar hal ini menjadi perhatian pihak terkait.

”Harusnya, proposal kalau ormas untuk kegiatan keagamaan boleh lah. Seperti jaga gereja dan Maulid Nabi, bisa ditoleransi. Kalau ini lain lagi hiburan, petasan, dangdutan lalu minuman dan akhirnya keributan. Kepada pihak terkait hal ini harus menjadi perhatian,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Aliansi Ormas Kota Bekasi, Anwar Sadat mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi tentang permintaan sumbangan ini. Menurut dia, hal ini merupakan hal yang biasa. Karena setiap ormas dan organisasi kepemudaan di wilayah memiliki acara tersendiri.

”Jika memang sesuai dengan peraturan itu tidak masalah. Dan kalau seandainya mereka meminta dengan paksa, ya pihak kepolisian harus tegas menindaknya,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Kayuringin Jaya, Ricky Suhendar mengatakan, pihaknya belum mengetahui hal tersebut. Dia juga belum mendapatkan informasi terkait dengan hal itu dari ormas terkait. ”Dengan adanya surat edarat tersebut nanti akan kita tindaklanjuti itu,” katanya.(pay)

Related Articles

Back to top button