BEKACITIZENOpini

Ajarkan Anak Menulis lewat Grup WhatsApp

Oleh: Ratu Nandi, S.Pd.SD.,M.Pd.

Radarbekasi.id – Berawal dari sharing di sebuah grup menulis yang isinya guru-guru se Jawa Barat. Tersebar grup menulis untuk anak SD kelas 4-6. Iseng-iseng aku tawarkan kegiatan menulis khusus anak SD kelas 4-6, kepada murid-murid di kelas 6 A yang kupegang. Ternyata ada dua siswiku yang berminat untuk mengikuti kegiatan belajar menulis online melalui grup WhatsApp. Rasanya senang ada murid yang mau belajar menulis. Aku share link untuk bergabung dengan menggunakan tautan yang otomatis langsung masuk grup menulis SD kelas 4-6. Kedua muridku langsung turut bergabung dalam grup WhatsApp tersebut.

Sebelum diajarkan bagaimana cara menulis yang baik. Anak-anak dibiarkan dengan leluasa menuliskan apapun yang mereka bisa. Mereka saling memperkenalkan diri, menuliskan nama dan asal sekolah serta kelas berapa. Bahkan ada yang hanya say hello saja. Atau sekedar curcol kesana kemari. Setelah dipandu oleh admin untuk menulis, tulisan anak-anak pun bermacam-macam jenisnya. Misalnya puisi, pantun, cermin, pengalaman pribadi, dll. Dengan gaya dan bahasa sendiri, hampir semuanya memiliki bakat menulis yang bagus.

Pada hari kedua mereka bergabung dengan grup menulis SD kelas 4-6, disuruh membuat pengalaman paling menarik yang pernah dialami. Anak-anak sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini. Setiap orang diperbolehkan untuk mengirim lebih dari satu cerita. Kedua muridku mengirimkan tulisannya. Saya kagum dengan tulisan-tulisan anak-anak di grup tersebut. Mereka berani mengungkapkan atau menulis sesuai dengan yang mereka tahu dan rasakan.

Pada setiap sesi menulis, anak-anak diberi stimulus berupa hadiah bagi yang mampu menulis paling bagus dan paling banyak mengirimkan tulisan. Dengan adanya rangsangan berupa hadiah tersebut, maka anak-anak semakin bersemangat dalam mengirimkan tulisan-tulisannya. Salah satu muridku yang bernama Ririn semangat sekali dalam menulis. Dia anak yang berbakat, cerdas dan rajin. Berkat kerajinannya dalam mengirimkan tulisan-tulisannya, Ririn sudah tiga kali berturut-turut memenangkan challange menulis tersebut. Pertama dalam membuat cerita pengalaman yang paling mengesankan. Kedua membuat pantun, ketiga masih membuat pantun. Pantun yang dibuatnya pun bagus-bagus.

Dengan adanya grup menulis SD ini, anak-anak dapat menyalurkan bakat menulisnya dengan benar. Apalagi dipandu oleh guru-guru yang berprestasi dan berpengalaman dalam hal tulis menulis. Sebut saja Pak Prawiro yang notabene ketua beberapa komunitas menulis. Ada Bu Erni Wardhani, seorang guru berprestasi tingkat Jawa Barat juga perempuan penulis berbakat terutama menulis novel dan cerpen dalam bahasa Sunda. Bu Sri Yamini, seorang yang keibuan dan selalu bersemangat mengikuti berbagai pelatihan baik tatap muka maupun online, dan masih banyak lagi guru-guru pemandu di grup tersebut. Yang semuanya merupakan guru-guru yang memiliki kemampuan menulis yang baik. Juga memiliki semangat untuk memajukan anak bangsa dari gerakan menulis.

Kini murid-muridku mulai tertarik satu persatu untuk masuk ke dalam grup tersebut. Termasuk anak-anak dari kelas lain di sekolahku. Semoga virus menulis ini membawa manfaat yang baik bagi anak-anak. Dengan adanya grup ini, maka dapat merubah kebiasaan anak-anak yang kurang bermanfaat. Anak-anak yang biasanya menggunakan gawai hanya untuk bermain game online, Facebook, WhatsApp dengan temannya yang kebanyakan bercandanya daripada manfaatnya. Kini menjadi lebih produktif dan mengarah pada hal yang positif. Dari kumpulan cerita, pantun, puisi dan lainnya, kelak akan dibuatkan sebuah buku. Tentunya anak-anak akan lebih bangga lagi apabila karyanya menjadi sebuah buku. Tidak sabar ingin membaca buku hasil karya mereka. (*)

Anggota KGPBR

Close