Olahraga

Askot Kantongi Calon Pemain Pra-Porda

Radarbekasi.id – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bekasi menjadikan program kompetisi U-20 sebagai upaya menggaet pemain untuk persiapan pra-Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat.

Saat ini kompetisi tersebut mulai memasuki fase babak delapan besar. Sejumlah pemain potensial sudah didata oleh tim Talent Scouting Askot PSSI Bekasi.
”Dalam kompetisi ini, melibatkan lebih dari 20 klub yang ada di Kota Bekasi. Tiga stadion yang digunakan yakni, Buaran Putra, Perwira dan Tunas Harapan. Prioritas kita, selain menjalankan regulasi, juga sebagai ajang penentu pemain Porda,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (26/12).

Sebenarnya, kata dia, ada dua kompetisi yang saat ini tengah berjalan. Selain kompetisi U-20, kompetisi U-13 juga masih berjalan dan sudah menginjak fase 16 besar. Kompetisi ditarget rampung 2019 atau 2020 awal.

”Yang pasti gini. Dari U-20, kelanjutannya yang lahir di 2001 bisa buat persiapan pra-Porda,” bebernya.

Pria yang akrab disapa AR ini menjelaskan, sejumlah nama sudah didata dan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi.

”Prosesnya sebenarnya sudah berjalan. Untuk daftar nama pemain hasil seleksi juga sudah di kirim ke KONI buat didaftar kegiatan. Artinya, sesuai dengan wawancara sebelumnya bahwa di awal tahun 2021 besar kemungkinan, Askot menggagas buat pelaksanaan Pelatcab tim pordanya,” bebernya.

Terpisah, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kota Bekasi, Lexius Malau mengakui akan proses kompetisi yang kini tengah dijalankan Askot PSSI Bekasi. Begitupun, terkait rencanan pembentukan tim Porda dari pemain kelahiran 2001, peserta kompetisi.

”Bicara pelatcab sendiri, memang setiap cabor merencanakan pelatcab jangka panjang di tahun 2021. Termasuk Askot dengan tim Pordanya. Namun, perlu diketahui bahwa perubahan pasti akan terjadi seiring dengan proses pelatcab yang dijalankan. Karena dua tahun bukan waktu yang sebentar. Kami (KONI) juga akan terus memonitoring,” tuturnya.

Menurutnya, turnamen atau kejuaraan belum bisa menjadi ukuran menghasilkan tim bagus. Karena, bagus tidaknya tim tergantung pada sejauh mana evaluasi yang dijalankan.

”Untuk kesiapan kesana (Porda) memang bagus. Untuk memutar dan mengagas tim juga bagus. Tapi lama persiapan tak menentukan. Kita berkaca pada Porda 2018, persiapan cukup lama tapi mesti gugur di 16 besar. Artinya, memang perlu terus intens dalam menjalankan persiapan. Juga perrlu terus di evaluasi. Bukan hanya pada pemain, juga mencakup pelatih,” tukasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button