BekasiBerita UtamaCikarangKesehatan

Iuran BPJS Naik, Angka Kemiskinan Bertambah

WARGA MISKIN : Seorang warga (Ibu Maryati) tinggal di toilet umum yang disulap menjadi tempat tinggalnya di Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (2/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah masyarakat miskin (prasejahtera) atau kurang mampu memasuki awal tahun 2020 berpotensi mengalami peningkatan di Kabupaten Bekasi. Yakni bertambah sebanyak 5.800 orang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid kepada Radar Bekasi, Kamis (2/1). Kata dia, bertambahnya jumlah angka kemiskinan tersebut, dampak dari penurunan kelas masyarakat sebagai peserta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

”Peningkatan masyarakat kurang mampu tersebut, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian Sosial (BPS) Kabupaten Bekasi,” ujar Abdillah.

Namun pihaknya akan berupaya untuk menekan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bekasi. Salah satunya bekerja sama dengan berbagai instansi untuk membuka peluang peningkatan perekonomian.

”Untuk saat ini, jumlah masyarakat kurang mampu mencapai 580.000 orang. Tapi kami akan berupaya menurunkan angka tersebut, yang awalnya naik agar bisa turun,” tegas Abdillah.

Selain menggandeng berbagai instansi, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kementrian Sosial (Kemensos) untuk memberikan bantuan.

”Untuk jangka pendek, kami akan memberikan bantuan berupa makanan serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (and) 

Close