BekasiBerita UtamaCikarang

PUPR Masih Hitung Titik Rawan Banjir

ISTIRAHAT DI TENDA: Seorang anak yang menjadi korban banjir sedang beristirahat di tenda pengungsian warga yang berada di Jalan Raya CBL, Desa Srijaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum mengetahui berapa titik yang akan dikerjakan untuk mengatasi persoalan banjir dan jebolnya tanggul di Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Nur Khairdir menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan dalam program kerja untuk menganggarkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

”Untuk saat ini kami belum mengetahui berapa titik banjir dan berapa sungai atau drainase yang perlu diperbaiki atau dibuat. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya banjir ketika curah hujan tinggi,” ujar Khairdi, Minggu (5/1).

Namun demikian, pihaknya sedang melakukan pendataan dengan turun ke titik-titik banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi.

Bahkan, Khairdi mangkui, pada program kerja tahun 2020 ini tidak hafal sebagian kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebab dirinya harus melihat data beberapa pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh bidang nya.

”Sebenarnya kami akan masukkan program kerja setelah melakukan pendataan. Misalnya infrastruktur apa yang akan dibangun. Tapi pada tahap awal ini, beberapa drainase serta embung air dan tandon air akan kami kerjakan. Tapi untuk titiknya saya perlu lihat dokumen terlenih dahulu,” bebernya.

Terkait masalah banjir yang melanda Jabodetabek, khususnya Kabupaten Bekasi, menurut Khaidir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dan merata diseluruh wilayah. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Ia menjelaskan, aliran air itu sifatnya dari hulu ke hilir. Dimana untuk wilayah Kabupaten Bekasi, aliran air masuk dari berbagai perbatasan daerah lain, diantaranya Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

”Kebetulan saat Pak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil datang memberi bantuan juga sudah dibahas. Perlu ada perhatian seluruh pihak untuk mengatasi permasalahan banjir. Dan kami juga sudah melakukan koordinasi dengan unsur dinas terkait dari bebeapa daerah,” terang Khaidir.

Sementara itu, Amran (53) salah satu warga Kampung Gabus, yang rumahnya dekat dengan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), Desa Srijaya menuturkan, air yang mencapai sepinggang orang dewasa itu lebih tinggi dari banjir tahun 2013 silam.

Bahkan untuk sementara, Amran bersama keluarganya masih tidur di tenda pengungsian, karena rumah nya belum dibersihkan.

Alhamdulillah saya dan keluarga sudah dapat bantuan dari kelurahan, termasuk nasi bungkus. Tapi yang terpenting bagi kami adalah bantuan untuk pembangunan infrastruktur,” harapnya. (and) 

Related Articles

Back to top button