BekasiBerita Utama

Ribuan Ton Sampah Menumpuk

DIPENUHI LUMPUR: Warga berjalandi jalan yang dipenuhi lumpur dan sampah rumah tangga pascabanjir yang meredam di Perumahan Kemang Ifi, Pondok Benda, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir yang menerjang hampir 75 persen wilayah di Kota Bekasi meninggalkan ribuan ton sampah. Sampah tersebut terdiri dari berbagai jenis yang terbawa arus. Volume sampah yang diangkut diperkirakan hingga dua kali lipat dari hari biasanya yang dihasilkan Kota Bekasi.

Hingga hari kemarin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi dibantu oleh beberapa dinas berupaya membersihkan sampah dan lumpur di titik-titik terdampak banjir. Total hingga kemarin sudah 2 ribu ton sampah terangkut dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.

Di berbagai titik, nampak petugas dinas lingkungan hidup, tim pematusan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) membersihkan kotoran, lumpur, dan sampah. Sampah yang diangkut oleh DLH Kota Bekasi terdiri dari berbagai macam mulai dari sampah domestik hingga perkakas rumah tangga yang tidak bisa diselamatkan saat banjir.

”Iya itu yang sudah terangkut, dari tanggal dua mulai bergerak,” terang Sekertaris DLH Kota Bekasi, Kustantinah saat dihubungi, Minggu (5/1).

Ribuan ton sampah tersebut tersebar merata di semua wilayah di Kota Bekasi, paling banyak diangkut dari wilayah Jatiasih. Pembersihan terkendala jarak antara titik keberadaan sampah menuju ke TPA Sumur Batu, di lokasi TPA pun truk terlebih dahulu harus mengantre saat akan membuang sampah.

Total personil yang dikerahkan sebanyak 1.600 personil, semua armada pengangkut sampah dikerahkan, sebanyak 307 truk. Proses pembersihan lingkungan dari sampah ini ditarget paling lambat hingga tanggal 10 Januari mendatang.

”Ya mudah-mudahan kita tanggal 10 itu sudah bisa selesai lah pembersihan sampah pascabanjir ini. Kan sebetulnya tanggap darurat kita itu sampai tanggal 7, nah tanggal 7 itu harus selesai, tapi kalau lihat sampahnya yang sebegitu banyak ya kayaknya meski nambah lagi waktunya. Makannya kita harus cepat-cepat untuk bisa menyelesaikan tanggap darurat sampai tanggal 7,” imbuhnya.

Diwaktu yang lain, petugas kebersihan nampak sedang membersihkan sampah di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur. Pada banjir 1 Januari kemarin, jalan tersebut sempat tergenang air hingga 1,5 meter.

Sejak hari Sabtu lalu, total armada yang di kerahkan mencapai 12 unit untuk membersihkan wilayah tersebut. Jumlah sampai pascabanjir besar beberapa waktu lalu meningkat hingga enam kali lipat dibandingkan hari biasanya. Truk bermuatan rata-rata delapan kubik sampah terisi penuh.

”Biasa kita kalau disini cuma satu rit ngangkut sampah, tapi abis banjir gini bisa sampai tiga sampai empat kali rit,” jelas Koordinator Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Protokol DLH Kota Bekasi, Heri Daniel.

Tim pematusan DBMSDA juga ikut turun membersihkan saluran-saluran yang tersumbat di lingkungan perkampungan, perumahan, hingga di jalan-jalan Kota Bekasi. Total pada hari Sabtu lalu, sekira 125 ton sampah di angkat dari saluran air.

Jumlah personil yang diterjunkan mencapai 50 orang, tim pematusan saat ini fukos untuk membersihkan saluran air di empat wilayah, yakni di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Villa Jatirasa, Komplek IKIP, dan Perumahan Pondok Mitra Lestari.

”Kemarin 2.500 sudah kepake, tadi disuplai lagi 2.000 karung, yang pasti yang kemarin 2.500 karung itu sudah terpakai, itu isi 50 kg (per karung),” terang kepala UPTD pematusan DBMSDA, Tito Hazairin.

Situasi tanggap darurat bencana alam di wilayah Kota Bekasi ditetapkan selama sepekan, mulai tanggal 1 hingga 7 Januari mendatang. (Sur)

Related Articles

Back to top button