BekasiBerita UtamaKesehatan

Warga Diserang ISPA dan Penyakit Kulit

SEMAKIN MENINGKAT: Warga berobat di Posko pengungsian korban banjir di Gudang BNPB Kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/1). Korban banjir yang terserang penyakit terus bertambah. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ribuan warga datang ke fasilitas kesehatan terdekat dari wilayah terdampak banjir, baik puskesmas maupun posko kesehatan yang didirikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Sebagian besar dari mereka terjangkit ISPA hingga Penyakit kulit.

Total ada 42 posko kesehatan tersebar di titik banjir beberapa waktu yang lalu, untuk wilayah kecamatan yang tidak terlalu terdampak parah, petugas puskesmas berkeliling ke wilayah warga.

Hingga tiga hari pasca bencana, total jumlah warga yang mengakses fasilitas kesehatan di semua posko mencapai 3.955 orang. Penyakit yang dialami diantaranya paling didominasi oleh ISPA, Diare, dan penyakit kulit. Aktivitas di dapur umum dan posko kesehatan yang ada terus beroperasi. Namun, jika hari ini permintaan mulai menurun, pemerintah Kota Bekasi mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah dapur umum yang tersebar di titik-titik banjir.

“3955 yang kemudian warga masyarakat hadir ke tempat-tempat yang kita siapkan, karena kita minta puskesmas hadir ke titik-titik,” jelas Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat dijumpai di bendung Bekasi, Minggu (5/1).

Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga tidak luput menerjang sejumlah rumah sakit yang berada di wilayah terdampak banjir. Kondisi itu terlihat di salah satu rumah sakit di Jalan Kartini.

Pantauan di lokasi, nampak belum ada aktivitas, beberapa orang yang terlihat di lokasi sedang melakukan pembersihan. Kursi aula rumah sakit berada diluar lantaran terendam banjir dan kotor.

Semua ruangan termasuk ruang administrasi, ruang IGD, dan ruang rawat inap terendam banjir. Beruntung hari Rabu lalu hanya ada tiga pasien rawat inap, dan langsung di evakuasi saat air mulai masuk dan tinggi di halaman rumah sakit.

“Susah (alat kesehatan dievakuasi), pokoknya lantai satu basah semua, sekitar dua meter (banjir) sampai ke genteng,” kata salah satu security rumah sakit Islam dokter Subki Abdul Kadir Bekasi, Usman saat dijumpai dihalaman rumah sakit.

Setidaknya ada dua rumah sakit di sepanjang jalan RA Kartini, keduanya tidak luput dari banjir yang menerjang Kota Bekasi hari pertama tahun 2020 lalu. (Sur)

Close