Berita UtamaCikarang

Penanganan Banjir Terkendala Anggaran

TEROBOS AIR: Seorang warga terlihat melintas sambil membawa barang menerobos air yang menggenangi Perumahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (2/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku kesulitan untuk mengatasi masalah penanganan banjir di 27 titik yang ada di Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, dirinya sudah menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kata dia, berdasarkan hasil rapat koordinasi serta evaluasi yang dilakukan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, ada beberapa titik yang perlu dikerjakan secara cepat untuk mengantisipasi banjir susulan.

”Selain butuh penanganan cepat terhadap masyarakat, juga ada beberapa titik jembatan yang rusak, serta tanggul jebol yang disebabkan bencana banjir belakangan ini,” ujar Eka, Rabu (8/1).

Dia mengakui, hampir 95 persen wilayah terdampak banjir sudah mulai surut, namun sebagian rumah warga masih ada yang terendam banjir. Untuk itu, pihaknya masih memberlakukan siaga banjir.

”Hingga saat ini kami masih memberlakukan siaga banjir, karena bakal ada banjir susulan yang diprediksi terjadi seiring itensitas hujan masih tinggi dan sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” terang Eka.

Menurutnya, untuk penanganan dan mengatasi masalah banjir tersebut, sangat dibutuhkan anggaran perbaikan saluran air secara cepat. Sedangkan pihaknya di 2020 ini belum menganggarkan terkait adanya insiden kerusakan infrastruktur saat terjadi bencana banjir.

”Kami akan sampaikan menyusul tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami, yang belum lama ini meninjau korban banjir di Kabupaten Bekasi sekaligus memberikan bantuan,” ucap Eka.

Ia menjelaskan, banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Bekasi tidak begitu berdampak parah ke seluruh wilayah. Meski demikian, hal itu patut diwaspadai. Sebab, selama ini banjir terlama sering terjadi di Kabupaten Bekasi apalagi di wilayah Utara. ”Walaupun tidak begitu parah jika dibanding Kota Bekasi, kami harus tetap siaga dan waspada,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menjelaskan, ke 27 titik yang dilaporkan kepada Bupati Bekasi, itu disampaikan saat rapat koordinasi, belum lama ini.

”Jadi, memang ada insidentil beberapa infrastruktur seperti jembatan dan tanggul yang rusak atau jebol. Akan tetapi, dari sisi penganggaran memang tidak ada. Namun untuk sementara, kami akan melakukan langkah cepat dengan membendung tanggul yang rusak menggunakan karung berisi pasir. Tujuannya untuk mengantisipasi jika ada banjir susulan,” tandas Iman. (and)

Related Articles

Back to top button