BekasiBerita UtamaMetropolis

Pemulihan Sekolah Diklaim Mencapai Rp9,9 Miliar

ATAP AMBROL: Pekerja masih membersihkan sisa lumpur di SDN 5 Jatirasa, yang empat ruang kelasnya mengalami kerusakan pascabanjir yang merendam Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Untuk proses pemulihan sekolah yang terdampak banjir hingga proses kegiatan belajar mengajar kembali normal diklaim membutuhkan anggaran hingga Rp 9,9 miliar.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi merinci, besaran anggaran tersebut untuk memenuhi sejumlah fasilitas sekolah negeri maupun swasta yang rusak diterjang banjir.

Sedikitnya ada 95 Paud Diknas, 77 Sekolah Dasar (SD), 21 SMP, yang terdampak banjir, dengan tingkat kerusakan fasilitas kategori sedang dan ringan. Disdik tidak menemukan adanya kerusakan berat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar mengatakan, tidak hanya gedung saja yang mengalami kerusakan. Kursi, meja belajar siswa dan guru, lemari mencapai ribuan yang harus diganti dari sekolah terdampak banjir.

 ”Posisinya menggunakan dana tidak terduga, yang bisa dikeluarkan pada saat bencana terjadi. Dana yang Rp9,9 miliar dari pemkot yang sumbernya dari OPD (organisasi perangkat daerah),” katanya, kepada Radar Bekasi, Kamis (9/1).

Lanjut, Uu, untuk pengadaan barang atau perlengkapan sekolah tidak lagi melalui lelang atau tender yang biasa dilakukan pada umumnya, karena saat ini situasinya darurat atau dalam keadaan bencana.

Perpanjangan status tanggap darurat bencana juga sudah diutarakan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dua hari lalu. Dengan adanya penambahan status penangan darurat diakuinya, pengalokasian anggaran diharapkan dapat memulihkan kembali proses belajar mengajar.

”Kita akan utamkan meja dan kursi. Untuk bangunan tidak ada yang roboh atau rusak parah semua bangunan masih bisa di pakai untuk belajar mengajar. Hanya meja dan kursi yang sudah 15 tahun memang tidak layak dan harus diganti,” ujarnya.

Namun, meski banyak sekolah yang terdampak banjir, proses kegiatan belajar mengajar (PKBM) secara umum diklaim sudah normal. Hanya jumlah siswa yang tidak hadir cukup banyak tetapi pada sekolah tertentu karena terdampak banjir dan banyak siswa yang tidak memiliki perlengkapan sekolah yang layak.

”Kita mengimbau ke setiap sekolah untuk mendata siswa yang terdampak banjir, agar mereka tidak terlalu lama tidak sekolah. Lalu komunikasikan kepada kami dan kita cari jalan keluarnya seperti apa,” terangnya.

Dirinya menyatakan, KBM yang belum berjalan normal salah satunya di SDN Jatirasa yang siswanya mencapai 150 orang tidak bisa sekolah. Tidak hanya siswa, tetapi guru juga menjadi perhatian. Pihaknya optimis pekan depan semua sudah bisa berjalan normal.

”Kita optimis Selasa depan perlengkapan belajar mengajar bangku, meja, papan tulis dan lemari akan kita siapkan. Apalagi instruksi pak wali agar masalah banjir selesai dalam waktu yang tersisa ini begitu pun perlengkapan mengajarnya kita akan secepatnya menyiapkan itu,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang diterima dari Disdik Kota Bekasi, untuk angka Rp9,9 miliar, pihaknya merinci untuk sekolah swasta membutuhkan anggaran Rp 3,4 miliar.

Anggaran tersebut untuk memenuhi kebutukan meja siswa yang rusak sebanyak 1.600 unit, kursi siswa 2.288 unit, meja guru 136 unit, kursi guru 136 unit, lemari 79 unit, papan tulis 14 unit di sekolah TK, SD,SMP serta SMK swasta.

Sementara untuk Sekolah Negeri, usulan alokasi anggaran pemulihan mencapai Rp 6,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan untuk mengganti meja siswa yang rusak sebanyak 3.368 unit, kursi 3.368, meja guru 330 unit, kursi guru 223 unit, lemari 131 unit, serta papan tulis 11 unit.(pay)

Related Articles

Back to top button