BekasiHukum

Diciduk Saat Jual Barang Rampasan

TERTUNDUK: Polisi menghadirkan tiga pelaku begal motor saat ungkap kasus di Mapolsek Bekasi Utara, Senin (13/1). Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti, satu unit sepeda motor yang dirampasnya di kawasan Alexindo. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sepak terjang AG (19), RT (19), dan MY (14) tersangka perampasan sepeda motor di Jalan Raya Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi bakal berakhir di jeruji besi.

Mereka berhasil diciduk ketika akan menjual sepeda motor hasil rampasannya ke salah satu anggota Polsek Bekasi Utara yang menyamar sebagai pembeli di depan Gerbang Monas, Jakarta Pusat.

Motor yang dijual melalui media sosial tersebut hasil operasi mereka yang mengancam korbannya, 10 Januari 2020 lalu.

”Pada saat itu korban sedang ingin buang air kecil dan ketiga pelaku melihat korban sendirian dan ketiganya memutuskan untuk memutar balik kendaraan,” terang Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Chalid Tayub, ketika ungkap kasus dikantor Polsek Bekasi Utara, Senin (13/1).

Dari ketiga tersangka, Chalid menjelaskan bahwa tersangka dikomandoi oleh MY, salah satu pelaku yang masih berusia dibawah umur. MY mengakui telah melakukan hal serupa kedua kalinya. Dalam melakukan aksinya, MY berperan mengancam korban. AG berperan untuk membawa kabur motor curian, sementara RR menjual barang curian melalui media sosial.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga tersangka mengaku tidak membawa senjata tajam, melainkan hanya mengancam seolah-olah membawa senjata tajam dan siap melukai korban.

”Hanya menakut-nakuti korbannya saja, kalau kata pelaku tidak membawa senjata tajam,” lanjut Kompol Chalid.

Sementara itu, salah satu pelaku yang menjadi kapten, MY mengaku memberanikan diri dalam menjalankan kejahatan tersebut lantaran dalam pengaruh minuman keras.

”Ya berani melakukan aksi ini karena sebelumnya minum bang,” jelasnya.

Uang yang didapat dari hasil kejahatan ini diakui digunakan untuk membeli baju, minum-munuman keras, membantu temannya untuk membayar kost, dan kebutuhan sehari-hari. Untuk jenis motor matic, ia bisa menjualnya senilai Rp1,5 juta.

Beberapa waktu lalu, ia mengaku sempat bekerja. Namun, ia dikeluarkan oleh bosnya dengan alasan tidak masuk kerja hanya satu hari. Saat ini ia dan kedua rekannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ketiganya diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (sur)

Tinggalkan Balasan

Close