BekasiPendidikan

Nominal Tidak Boleh Ditentukan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya diperbolehkan untuk dilakukan oleh komite sekolah. Namun, dalam ketentuannya jumlah nominal sumbangan atau bantuan tersebut tidak boleh dipatok baik jumlah maupun tenggat waktunya. Hal ini senada diungkapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dewan Pendidikan Kota Bekasi merujuk pada Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.

Dalam Permendikbud tersebut dijelaskan dalam pasal 10, bahwa komite sekolah bisa melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan untuk melaksanakan fungsinya dengan dukungan tenaga terhadap sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Namun dalam poin selanjutnya, penggalangan dana dan sumberdaya pendidikan tersebut berbentuk bantuan dan atau sumbangan, bukan pungutan. Pasal selanjutnya memperjelas bahwa, komite sekolah dilarang untuk melakukan pungutan kepada peserta didik atau orang tua walinya.

”Iya kan kita lihat berdasarkan itu ada PP 48 tahun 2006 tentang sumbangan dan pungutan. Kalau dia meminta secara sukarela ya silahkan, tapi klau dipaksakan ya ga usah, ga boleh,” jelas Kepala Disdik Kota Bekasi, Inayatullah, Selasa (14/1).

Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan ini bisa dilakukan kepada pihak manapun, baik diluar lingkungan sekolah, maupun orang tua siswa. Namun, dengan catatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku diantaranya tidak dipatok nilai maksimum dan minimumnya.

Terkait dengan permohonan perbaikan lapangan yang pernah diajukan oleh komite sekolah, Inay menjelaskan semua kebutuhan sarana dan prasarana tersebut tetap diajukan. Namun, ada skala prioritas yang menjadi pertimbangan, disamping ada beberapa unit sekolah baru yang masih perlu menjadi perhatian pemerintah kota.

”Cuma sarana nya kan dari konblok (lapangan) nya hancur, memang itu perlu, tapi kan kita anggarannya itu kan nggak menjadi urgen kan itu, kalau misalkan kelas bocor, roboh itu kan perlu gitu,” terangnya.

Senada, dikatakan oleh ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, mengacu pada Permendikbud tersebut sepanjang tidak ditentukan (jumlah dan tenggat waktu), serta didasari oleh rasa kepedulian harus melihat kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Komite hanya tinggal menyampaikan kepada orang tua siswa, bagi yang berkenan untuk membantu dipersilahkan saja, disamping juga mendorong kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, tentu dengan keikhlasan.

Mendengar kabar ini, pihaknya berencana untuk memberikan pembekalan kepada komite sekolah, ini akan menjadi salah satu tujuan dewan pendidikan Kota Bekasi memperbaiki kinerja komite sekolah.

”Harus melihat permasalahannya, harus mencari keluar, harus mencari orang tua yang mampu, jadi itu peran komite. Ya itu yang saya katakan tadi, nggak boleh begitu, sekarang tinggal disampaikan saja secara umum, kalau memang dipandang perlu tapi tidak dibatasi waktu, dibatasi jumlah,” katanya. (Sur)

Related Articles

Back to top button