Bekasi

Puluhan Laptop Sekolah Digondol Maling

ILUSTRASI: Aktifitas murid di SMP 33 Kota Bekasi di Jalan Ceria Raya, Taman Narogong Indah, Pengasinan, Rawalumbu, Kamis (16/1). Sebanyak 40 laptop pengadaan milik dinas pendidikan tahun 2018 untuk UNBK 2019 hilang digondol maling. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 33 yang berlokasi di jalan Ceria, Taman Narogong Indah, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi dibobol maling. Akibat, sebanyak 40 laptop raib digondol maling, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.

Saat didatangi ke lokasi, pihak sekolah mengelak dimintai keterangan. Dalam keadaan terburu-buru salah satu guru yang menyambut kedatangan kami meminta kami untuk tetap berada di halaman sekolah saja.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 33 Kota Bekasi, Sri Winarni saat dihubungi, singkat meminta kami mencari keterangan kepada pihak kepolisian. Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat.

”Maaf mas Surya, kami sudah buat laporan lengkap ke Polsek Bekask Timur, jadi untuk keterangan lebih jelasnya silahkan saja ke Polsek,” singkatnya melalui pesan singkat, Kamis (16/1).

Belakangan, diketahui puluhan laptop tersebut disimpan di ruang kepala sekolah. Uniknya, laptop yang berada di ruang laboratorium tidak hilang, justru yang hilang puluhan laptop yang disimpan di ruang kepala sekolah, meskipun ruang tersebut berada di lantai dua sekolah.

Puluhan laptop yang ada diketahui bernilai Rp4 juta hingga Rp5 juta, jika dirata-ratakan senilai Rp4 juta, maka dapat disimpulkan kerugian yang diderita senilai Rp160 juta. Dipastikan tidak ada barang lain yang hilang selain laptop.

”Kejadian malam rabu, laptop yang di bawa maling 40 laptop. Itu ada di ruang kepala sekolah, bukan (diruang laboratorium), justru yang di lab tidak hilang,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah.

Masih ada laptop yang tersisa untuk digunakan siswa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meskipun jumlahnya belum mencukupi. Puluhan laptop tersebut hasil dari pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada tahun 2018 lalu.

Sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Pengasinan tersebut memang nampak belum memiliki pagar mengelilingi sekolah. Di salah satu akses masuk halaman sekolah hanya terlihat satu portal penghalang. Saat ini pihak Disdik Kota Bekasi tengah menunggu proses hukum kepolisian.

Di waktu yang berbeda, Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Sutoyo mengaku saat ini tengah dilakukan penyelidikan pelaku. Ia mengaku belum bisa menjelaskan jumlah pelaku, karena masih proses penyelidikan.

 ”Betul dipukul oleh pencuri sekitar jam 4 itu baru ketahuan. Loncat pagar belakang pakai tembok karena kan belakangnya kan lapangan atau tanah kosong,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa kamera pengintai atau CCTV yang ada di sekitar sekolah tidak berfungsi sehingga tidak bisa didapatkan petunjuk rekaman kejadian malam itu. Laporan yang ia terima hanya kehilangan laptop saja.

Tidak ada tanda-tanda kerusakan di tempat kejadian perkara (TKP). Pasalnya, kunci ruangan berada diluar, sedangkan akses menuju keruangan Tata Usaha (TU) dan ruang Kepala Sekolah tidak dikunci.

”Ga ada mas (kerusakan), Cuma ketahuan bahwa kuncinya di luar. Karena kalau ke arah TU itu memang tidak dikunci pintunya, kuncinya selalu nyantel,” tandasnya.

Ada dua akses jalan yang bisa ditempuh menuju ke halaman sekolah, satu dari wilayah perumahan, satu akses lainnya dilalui pekarangan salah satu perusahaan. Kemarin, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal. (Sur)

Close