Cikarang

Pelebaran Jalan Inspeksi Kalimalang Terkendala Lahan

JALANAN MENYEMPIT: Kondisi Jalan Inspeksi Kalimalang di Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menyempit. Hal ini disebabkan tertundanya pembangunan jadi dua arah, ditambah lagi kehadiran bangunan liar (bangli). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan sekaligus pelebaran Jalan Inspeksi Kali Malang menjadi dua arah dipastikan tertunda. Sebab untuk pembebasan lahan masih terkendala masalah administrasi kepemilikan tanah.

”Ya, pembangunannya berpotensi terlambat, sebab untuk anggaran yang telah dialokasikan tidak bisa terserap,” tutur Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tanah (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, Jumat (17/1).

Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan pembebasan lahan tersebut, pihaknya akan berkomukasi dengan Badan Pertanahan Nasional/Agraria Tata Ruang (ATR) Kabupaten Bekasi.

Namun, kata Iwan, jika memang dalam beberapa waktu ke depan belum juga ada titik temu, dan terkendala pembebasan lahan, maka opsi terakhir adalah menitipkan uang pembayaran di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi.

”Kami targetkan tahun ini bisa selesai, karena perencanaannya sudah beberapa tahun belakangan, tapi belum juga rampung. Oleh sebab itu, opsi terakhir demi percepatan pembangunan dan mendukung Program Strategis Nasional (PSN), kami akan titipkan uang pembayaran lahan tersebut di PN Bekasi. Sehingga pembangunan dapat segera terealisasi,” harapnya.

Sekadar diketahui, kondisi Jalan Inspeksi Kalimalang yang merupakan akses lalu lintas ini selalu dipenuhi kendaraan. Bahkan kemacaetannya cukup parah pada saat masyarakat pergi dan pulang kerja. Yakni pada waktu pagi dan sore hari.

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan membangun dua arah dipercaya dapat mengurai kemacetan. Namun rencana tersebut tak kunjung terealisasi.

Bahkan, adanya bantuan pembangunan dengan anggaran Rp 30 miliar dari pemerintah pusat, juga tidak bisa direalisasikan. Kendalanya adalah pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.

”Memang Jalan Inspeksi Kalimalang ini memang perlu ada perbaikan dan pelebaran menjadi dua arah. Selain kondisinya yang kecil dan sudah rusak, juga sering kali terjadi kecelakaan di jalan tersebut,” saran Daryono (31) warga Kebon Kelapa, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan.

Dirinya menerangkan, karena kondisi jalannya rusak dan sempit, beberapa hari lalu ada yang menjadi korban kecelakaan hingga meninggal dunia.

”Saya sebagai masyarakat yang sering melewati jalan tersebut, berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki dan melakukan pelebaran itu,” imbuhnya. (and)

Close