BekasiBerita UtamaMetropolis

Pemkot Habiskan Rp5,2 Miliar

Anggaran Darurat Bencana Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Bekasi, Supandi Budiman menyatakan, realisasi penggunaan anggaran tanggap darurat bencana banjir hingga saat ini sudah mencapai Rp5,2 miliar.

Dinas yang menyerap anggaran bantuan darurat bencana banjir diantaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp514.901.451, Dinas Sosial (Dinsos) Rp785.776.600, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rp865.382.031, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rp1.483.990.000 dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Rp1.586.805.397.

Sehingga sebanyak RP 5.236.855.479 digunakan oleh lima OPD selama bencana banjir di Kota Bekasi.

”Dari Rp6,7 miliar yang kita anggarkan semula, kemudian laporan terakhir, realisasi belanja di angka Rp5,2 miliar. Ini untuk kegiatan tanggap darurat. Dan nanti kan bisa berkembang di penangan pascabanjirnya istilahnya recovery sampai saat ini,” ujarnya, Jumat (17/1).

Sedangkan untuk masa recovery kata Supandi, diatur tersendiri karena memang statusnya baru diturunkan. Karena prediksi dari BMKG di akhir Januari dan awal Februari hujan intensitas tinggi masih terjadi.

Apalagi kata dia, Kota Bekasi sendiri masih ada perbaikan tanggul yang jebol sehingga masih dalam konteks penanganan baik tanggap darurat maupun recovery.

 ”Pemerintah Kota Bekasi sangat care, karena bencana alam ini kita tidak bisa menghindari namun barangkali kita bisa mengurangi dan bagi masyarakat yang terkena dampak agar bersabar,” terangnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan upaya agar dampak bencana banjir ini bisa segera ditangani dan masyarakat bisa kembali hidup normal.

 ”Kita berharap kondisi masyarakat di Kota Bekasi cepat pulih walaupun memang secara bertahap. Saya Juga berharap apa yang diprediksi BMKG tidak terjadi dan masyarakat bisa kembali hidup normal,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait penggunaan anggaran bencana banjir mencapai Rp5,2 miliar.

”Kita belum menerima laporan terkait anggaran darurat banjir yang mencapai Rp6,7 miliar dan terserap Rp5,2 miliar,” katanya.

Menurutnya, anggaran tersebut tidak harus lapor ke DPRD Kota Bekasi, karena itu adalah kewenangan Eksekutif. Namun, kata dia, seyogianya DPRD sebagai pengawasan fungsi budgeting diberitahu.

”Ya seharusnya kita sebagai pengawas budgeting diberitahu, ya baik dari Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini pihak terkait BPKAD sebagai mitra Komisi I. Seyogianya, sepantasnya, kita diajak bicara dalam penggunaan anggaran,” terangnya.

Jek–sapaan akrabnya–, menambahkan, dalam waktu dekat Komisi I DPRD Kota Bekasi akan mengundang BPKAD Kota Bekasi terkait pemakaian anggaran Rp6,7 miliar tersebut.

”Saya dalam waktu dekat akan mengundang BPKAD Kota Bekasi untuk menjelaskan penggunaan anggaran darurat Banjir di Kota Bekasi,” tukasnya (pay)   

Related Articles

Back to top button