Metropolis

Belasan Titik Jalan Utama Rusak

BUTUH PERBAIKAN: Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintasi jalan berlubang yang dipenuhi air di Jalan Pejuang, Pondok Ungu, Medansatria, Kota Bekasi belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi masih melakukan pendataan terhadap ruas jalan umum maupun jalan perumahan yang rusak pascabanjir awal tahun kemarin.

Setidaknya hingga saat ini ada 11 ruas jalan di Kota Bekasi yang mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan segera.

Hingga saat ini titik jalan rusak diperkirakan sebagian besar berada di wilayah yang kerap terendam. Kerusakan yang terjadi cukup bervariasi, mulai dari aspal mengelupas, dan beton jalan pecah.

Sejauh ini yang sudah masuk dalam pendataan DBMSDA Kota Bekasi diantaranya Jalan Pejuang, Jalan Lingkar Utara, Jalan Kaliabang Tengah, Kampung Sawah, Jalan Pekayon, Jatibening, dan Djoyomartono.

”Lebih sebetulnya, yang kita sudah potret baru itu. Memang kalau ukuran mendesak itu Jalan Utama ya, kalau jalan umumkan pengguna jalan akan bervariasi, itu antara orang situ yang dia tahu kalau itu adalah jalan rusak, atau memang orang yang baru melintas di jalan itu. Kadang ada gesekan sedikit saja bisa menimbulkan kecelakaan,” jelas Kasi Pemeliharaan Jalan, Eka Chorid, Senin (20/1).

Jalan-jalan utama di Kota Bekasi menjadi priotitas perbaikan. Minimal dilakukan rigid, terutama dilokasi ruas jalan sering tergenang air.

Perbaikan harus segera dilakukan, lantaran jalan di Kota Bekasi menjadi salah satu jalan lintasan pemudik pada momentum hari raya. Arus mudik tahun ini akan jatuh pada bulan Mei mendatang, untuk itu perlu penyelesaian sebelum bulan Mei. ”Betul, kita pastikan (sebelum bulan Mei),” tandasnya.

Sementara itu, kondisi jalan memprihatinkan terlihat di ruas jalan Djoyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ruas jalan nampak berlubang dan bergelombang, tak ayal pengendara yang melintas harus memperhatikan laju kecepatan. Bahkan, para pengemudi kendaraan roda dua terpaksa memakan hak pejalan kaki untuk menghindari jalan rusak dan mendahului kendaraan besar didepannya yang berjalan lambat.

Sementara itu Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan BMSDA Kota Bekasi, Idi Susanto mengatakan bahwa untuk kewenangan penanganan sementara jalan rusak baik jalan kota, provinsi, maupun nasional, DBMSDA turut serta menangani.

Salah satu ruas jalan nasional yang ditangani yakni Jalan Ahmad Yani, terkait dengan hal ini pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

”Sebetulnya nggak harus sih kalau jalan provinsi ke provinsi, kalau ada kerusakan kita bersama kalau mereka belum menangani. Ada beberapa juga langsung kita tangani,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi memiliki alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp10 miliar per tahun. Saat ini tengah diajukan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp14 miliar untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak pascabanjir. (sur)

Close