BekasiBerita Utama

Hujan KBM Bubar

Ribuan Ruang Kelas Rusak

SATU MEJA BERTIGA: Siswa kelas IV asik bercengkrama saat belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Samudrajaya 04 Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Senin (20/1). Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 9.686 ruang kelas di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kabupaten Bekasi rusak. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya terpaksa harus menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya, hari itu hujan turun cukup deras, sebagain air masuk kedalam kelas.

Kondisi ini kerap terjadi jika hujan turun. Maklum saja, sekolah yang dibangun sejak 20 tahun lalu ini belum pernah direnovasi. Sebagian tidak memiliki tembok. Bagian atap sekolah yang berada di kampung Tambun tiga ini banyak yang bolong. Beberapa kusen sudah lapuk dimakan usia, sementara catnya sudah memudar. Bahkan, beberapa kelas tidak memiliki ubin.

Sekolah ini memiliki dua gedung dengan sembilan ruangan. Pada gedung pertama terbagi menjadi tiga ruang kelas dan satu ruang guru.  Di gedung pertama ini pun terdapat ruangan kesehatan atau unit kesehatan siswa. Namun, kondisinya sudah tidak layak.

Sedangkan pada gedung kedua terdapat tiga ruang kelas, satu laboratorium komputer dan satu ruangan yang tidak terpakai. Kendati memiliki laboratorium, bukan berarti fasilitas sekolah telah memadai, bahkan justru sebaliknya.

Dari sembilan ruangan yang ada tersebut, tidak ada satupun ruang yang memadai. Terlebih ruang kelas yang menjadi pusat kegiatan belajar mengajar para siswa setiap hari, kondisinya buruk. Keseluruhan ruang kelas yang ada memiliki atap yang telah berlubang lebih dari satu lubang. Bahkan, beberapa ruang kelas atapnya berlubang hingga menembus langit. Maka tidak heran ketika hujan turun, sekolah KBM dihentikan.

”Ya gimana lagi, hujan kan pada bocor. Pada basah, jadi suka disuruh pulang, dan yang terpenting kami menjaga para siswa terhindar dari puing yang jatuh karena angin ketika hujan,” kata Guru Olahraga SDN 04 Desa Samudrajaya, Syaidina Ali.

Di tempat sama Kepala SDN 04, Adi Siswanto menuturkan, kondisi sekolah rusak sudah sejak tahun 2014. Bahkan ia setiap tahun sudah mengajukan perbaikan ke pemerintah Kabupaten Bekasi. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi.

”Apalagi kan kalau hujan besar terus ada angin. Kami khawatirnya siswa jadi korban, tertimpa kayu atau apa. Jadi mending dikosongkan saja kelasnya, yang terpenting keselamatan siswa,” kata Adi.

Menurut Adi, sekolah pertama kali dibangun sekitar tahun 2000-an. Sekolah yang lokasinya dekat dengan Laut Jawa ini memiliki dua gedung. Sejak dibangun 20 tahun silam, sekolah tak kunjung direhabilitasi oleh pemerintah. Hanya pada 2015 dilakukan perbaikan beberapa atap, namun itu pun dana dari CSR sala salah satu perusahan. ”Beberapa kali kami ajukan juga enggak dapat terus,” ucap Adi.

Karena tak pernah dilakukan perbaikan, pihak sekolah pun hanya dapat memerbaiki di beberapa sisi menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS). ”Karena kan kalau lewat BOS tidak bisa bikin gedung baru sifatnya hanya pemeliharaan. Jadi ya kami lakukan sebisanya. Pemeliharaan misal sekat diganti triplek. Tapi ya karena sudah banyak yang rusak jadinya repot juga,” ucap dia.

Meskipun kondisinya memprihatinkan, warga sekolah SDN 04 Samudarjaya mesti bersabar. Pasalnya, pemerintah Kabupaten Bekasi tahun ini belum menganggarkan perbaikan gedung sekolah tersebut. ”Sebelumnya pada tahun 2019 bulan November sudah kami ajukan untuk perbaikan. Namun karena sudah telat, sehingga pada tahun ini tidak ada perbaikannya,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Iman Nugraha kepada Radar Bekasi, kemarin (20/1).

Pada perencanaan pembangunan disebutkan Iman ada sekitar 51 kegiatan dengan total anggaran Rp130 miliar. Namun Iman tidak merinci kenapa anggaran yang sudah diajukan tidak dapat direalisasikan. ”Iya jadi saya juga kurang paham kenapa tidak bisa, namun sepengetahuan saya waktunya sudah terlambat. Namun karena kondisi sudah memprihatinkan kami akan coba melakukan perbaikan ringan,” jelasnya.

Tepisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengakui kondisi SDN Samuderajaya yang memprihatinkan. Kata dia, kondisi tersebut tidak lepas dari banjir yang sempat merendam sekolah titik di Kabupaten Bekasi. ”Ya selain karena kondisi sekolah yang sudah harus dibangun, kemarin juga banjir jadi keramiknya pada mengelupas,” jelasnya.

Menurut Carwinda, SDN Samudrajaya 04 telah masuk dalam daftar sekolah yang harus diperbaiki. Hanya saja, kewenangan pembangunan berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. ”Jadi apakah dibangun tahun ini atau tidak, menjadi kebijakkan PUPR. Namun karena kan sekolah penentuan titik belum final, maka akan kami bantu dorong agar sekolah ini diprioritaskan,” tukasnya.

SDN Samudrajaya 04 tidak sendirian. Di Kabupaten Bekasi jumlah ruangan kelas yang rusak setara tiga kali lipat jumlah ruangan kelas yang layak pakai atau dalam keadaan baik, yakni 9.686 kelas rusak berbanding 3.198 ruang kelas normal.

”Ada sebanyak 9.686 ruang kelas yang rusak. Terbagi untuk SMP 5.708 ruang kelas dan untuk SD sebanyak 3.978 ruang kelas,” ujar Carwinda.

 Di tingkat SMP, mayoritas kerusakan dikategorikan dalam kerusakan ringan. Namun, ada 1.015 ruang kelas yang masuk dalam kategori rusak berat. ”Tahun 2019 sebanyak 3.220 ruang kelas SD rusak ringan, 1.350 rusak ringan dan 290 rusak berat. Ruang kelas yang rusak tersebut akibat banyak faktor, mulai dari sekolah tersebut sudah dalam kondisi tua,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid Tania (37), selalu khawatir apabila hujan turun. ”Rata-rata orang tua sudah pada tahu, kalau mendung pasti buru buru jemput anak meski belum waktunya pulang. Oleh sebab itu kami harap segera diperbaiki,” kata wali murid kelas satu SDN 04 ini. (and)

Related Articles

Back to top button