BekasiInfrastruktur

Kali Sasak Jarang Meluap, Jalan Utama Kebanjiran

TEROBOS GENANGAN AIR: Sejumlah pengendara sepeda motor berusaha menerobos genangan air di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (27/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pengendara bermotor yang melintas di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengeluhkan genangan air yang menggenangi jalan raya tersebut. Akibatnya, tidak sedikit kendaraan roda dua yang kemasukan air sehingga mogok dan terpaksa didorong.

Selain itu, air yang meluap dari kali Sasak Jarang, Kecamatan Tambun Selatan, juga menimbulkan kemacetan dari arah Tambun menuju Bekasi Timur.

”Kondisi banjir ini sudah terjadi beberapa tahun belakangan,” kata seorang warga, Ahmad Fatoni (25) kepada Radar Bekasi, Senin (27/1).

Ia berharap, jalan yang merupakan jalur utama itu harus mendapat perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sebab apabila memang tidak kunjung diperbaiki, pasca-kebanjiran, maka aspal-nya akan mengelupas.

”Kalau tidak segera diperbaiki, kondisi jalan akan rusak. Jadi sangat membahayakan pengendara, khususnya roda dua,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Nur Khaidir menuturkan, pihaknya sudah melakukan evaluasi dalam penanganan banjir. Terutama yang mengakibatkan jalan terdampak banjir.

”Kami sudah membuat perencanaan untuk mengatasi banjir. Dan untuk kali yang meluap ke jalan, bakal dilakukan normalisasi,” bebernya.

rbaikan saluran air (drainase) maupun jalan, kata Khaidir, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

”Jadi, Jalan Diponegoro itu statusnya jalan negara untuk perbaikannya tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi kami pastikan agar mendapat perhatian, sebab status jalan itu adalah jalan utama,” tegasnya. (and)

Related Articles

Back to top button